Nadiem Ungkap 4 Agenda Prioritas Bidang Pendidikan dan Kebudayaan di G20

ADVERTISEMENT

Nadiem Ungkap 4 Agenda Prioritas Bidang Pendidikan dan Kebudayaan di G20

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 10 Feb 2022 18:42 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (dok Kemendikbudristek)
Foto: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (dok Kemendikbudristek)
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim bicara soal tema Presidensi G20 Indonesia yakni Recover Together, Recover Stronger.

Dia mengatakan tema tersebut tak terlepas dari nilai dasar Bangsa Indonesia, yakni gotong royong. Dia mengatakan nilai gotong royong begitu penting dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Mari wujudkan tema G20 'Recover Together, Recover Stronger' jadi aksi nyata dan bermakna," kata Nadiem, Kamis (10/2/2022).

Hal itu disampaikan dalam 'Kick Off G20 on Education and Culture' yang digelar di gedung Kemendikbudristek, Rabu (9/2). Dia juga mengajak semua pihak menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.

"Dengan semangat untuk pulih dan bangkit bersama, saya ingin mengajak semuanya untuk menguatkan gotong royong agar kita bisa menyukseskan Presidensi G20 Indonesia, serta mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya," tandasnya.

Nadiem juga mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan dalam rangka Presidensi Indonesia pada G20. Salah satunya Nadiem menyampaikan sejumlah terobosan Merdeka Belajar.

"Ada empat agenda prioritas bidang pendidikan yang akan kami perjuangkan sebagai pimpinan Kelompok Kerja Pendidikan G20, dan nanti ketika pertemuan puncak dengan menteri-menteri pendidikan," ucapnya.

"Pertama, Pendidikan Universal yang Berkualitas. Kedua, Teknologi Digital untuk Pendidikan. Ketiga, Solidaritas dan Kemitraan. Keempat, Masa Depan Dunia Kerja Pasca COVID-19," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menjelaskan kepemimpinan Kemendikbudristek pada bidang kebudayaan dalam Presidensi Indonesia di G20 akan membawa tema 'Jalan kebudayaan untuk Hidup Berkelanjutan'.

Hilmar selaku Coordinator of Ministerial Meeting on Culture menjelaskan, melalui tema itu Indonesia akan mengajak negara-negara lain untuk merefleksikan diri dan memikirkan kembali kehidupan manusia dalam tatanan global yang dianggap masih jauh dari hidup yang berkelanjutan.

"Semua orang saat ini berbicara tentang pentingnya membentuk satu normal baru. Hanya saja, apa yang menjadi landasan bagi normal baru ini? Sekali lagi, kebudayaan bisa kita harapkan untuk memberikan kontribusi, karena sejatinya kebudayaan adalah sumber dan hasil dari pembangunan," ucap Hilmar.

"Kalau kita tidak arif atau memanfaatkan kearifan lokal dengan baik, keberlanjutan bumi tidak akan bisa dijaga. Untuk itu, semua harus berkelanjutan termasuk di dalam lingkungan dan alam di mana kita memanfaatkan sandang, pangan, dan papan," tambah Hilmar.

(jbr/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT