5 Fakta Kisah Penyelamatan Buaya 'Legendaris' Berkalung Ban

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 21:32 WIB
Palu -

Buaya besar dengan ban yang mengalung di lehernya muncul di pemberitaan sejak lima tahun silam lebih, tepatnya 2016. Warga merasa iba pada ban yang mengalung si buaya.

Sejumlah pawang buaya terkenal, termasuk pawang buaya asal Australia, Matt Wright, pernah mencoba menangkap untuk melepaskan ban di kalung buaya itu tapi tak berhasil.

Pada Senin (7/2/2022) kemarin, akhirnya seorang pria bernama Tili (34) berhasil menyelamatkan si buaya. Kini leher predator itu tak lagi berkalung ban.

Buaya berukuran jumbo itu memang kerap jadi tontonan warga yang melintas di Jembatan Palu IV, Teluk Talise, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Predator itu kerap berjemur di bawah jembatan.

Namun baru kali ini buaya dapat ditangkap dan ban di lehernya berhasil disingkirkan.

Berdasarkan catatan detikcom, Selasa (8/2/2022), ini 5 fakta di balik penyelamatan sang predator:

1. Aksi Penyelamatan Bikin Lalin Macet

Buaya berkalung ban itu muncul di Sungai Palu, tepatnya di samping kiri Jembatan Tiga Palu, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu, sekitar pukul 20.00 Wita, kemarin. Kemunculan buaya seketika membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan parah.

"Awalnya saya lihat (viral) di Facebook jadi saya datang ke sini," kata salah satu warga bernama Bungasa (50) di lokasi.

Bungasa bersama keluarga langsung mendatangi ke lokasi begitu mengetahui kemunculan buaya.

"Kami semua penasaran," katanya.

2. Ritual Minum Air Sungai

Tili mengaku sempat melakukan beberapa ritual sebelum beraksi menangkap buaya berkalung ban yang legendaris. Pria asal Jawa Tengah (Jateng) itu sebelumnya meminum air sungai di tempat buaya berada.

"Saya ketahui buaya itu terjepit ban motor saat tiba di Palu. Itu sekitar 5 bulan yang lalu," kata Tili saat berbincang dengan detikcom.

Tili mengatakan sejak awal ia memang mencoba menolong buaya berkalung ban tersebut. Saat pertama kali tiba di Palu, Tili memulai pendekatan dengan buaya dengan cara meminum air sungai.

"Saya pamit dengan penghuni Sungai Palu, minum air sungai dan berenang sehingga diberikan kemudahan," katanya.

Buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi TengahBuaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah (Mohammad Qadri/detikcom)

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.