Ada Ritual Minum Air Sungai Sebelum Warga Tangkap Buaya Berkalung Ban di Palu

M Qadri - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 15:31 WIB
Seekor buaya liar yang terjerat ban bekas sepeda motor menampakkan diri di sekitar sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/7/2021). Buaya yang telah lima tahun terjerat ban dan proses penyelamatannya terhenti akibat pandemi COVID-19 tersebut kembali menampakkan diri dengan kondisi tubuh terlihat lebih besar dan dikhawatirkan ban yang menjeratnya semakin menjepit. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww.
Buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulteng, yang legendaris. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Palu -

Warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), bernama Tili (sebelumnya disebut Hili) mengaku sempat melakukan beberapa ritual sebelum beraksi menangkap buaya berkalung ban yang legendaris. Pria asal Jawa Tengah (Jateng) itu sebelumnya meminum air sungai di tempat buaya berada.

"Saya ketahui buaya itu terjepit ban motor saat tiba di Palu. Itu sekitar 5 bulan yang lalu," kata Tili saat berbincang dengan detikcom, Selasa (8/2/2022).

Tili mengatakan sejak awal ia memang mencoba menolong buaya berkalung ban tersebut. Saat pertama kali tiba di Palu, Tili memulai pendekatan dengan buaya dengan cara meminum air sungai.

"Saya pamit dengan penghuni Sungai Palu, minum air sungai dan berenang sehingga diberikan kemudahan," katanya.

Tili mengaku butuh waktu tiga pekan untuk melakukan pendekatan dengan si buaya. Selama proses pendekatan dengan buaya, Tili hampir setiap hari bertemu dengan buaya berkalung ban, termasuk dengan cara memberi makan ke buaya.

Tili bukannya tak pernah gagal sebab tali yang ia gunakan untuk menangkap buaya berkali-kali putus. Hingga pada Senin (7/2) malam, Tili berhasil melakukannya.

"Kurang-lebih sudah 3 minggu, saya lakukan pendekatan dengan buaya tersebut. Nah tadi malam kesempatan yang sudah kesekian kalinya, alhamdulillah tertangkap hanya dengan menggunakan sebuah tali saja," katanya.

"Buaya berkalung ban itu sudah 3 kali masuk dalam jeratan yang saya sudah sediakan. 2 kali tali putus dan Alhamdulillah yang ketiga kalinya berhasil tadi malam," sambung Tili.

Diberitakan sebelumnya, aksi Tili menangkap buaya berkalung ban di Kota Palu viral di media sosial dan membuat warga sekitar dan pengendara yang melintas heboh. Tili sebagai penangkap buaya dikenal memang penyayang satwa liar.

"Kalau hasil wawancara staf saya tadi ternyata memang dia suka menolong satwa liar," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng Haruna kepada detikcom, Senin (7/2).

Tili dikenal tak hanya sebagai penyayang satwa tertentu, tapi juga penyayang segala satwa liar, termasuk buaya.

"Bukan cuma (suka menolong) buaya, tetapi juga ular apa semua," kata Haruna.

Haruna mengaku sempat khwatir apabila buaya itu melukai seseorang karena warga begitu dekat dengan buaya tanpa ada batas pengaman. Namun tak satu pun warga yang terluka, terutama Tili sosok penangkap buaya.

"Di situlah kelebihan seseorang toh," kata Haruna.

Simak Video 'Buaya 'Legendaris' Berkalung Ban di Palu Sulteng Akhirnya Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)