Indra Kenz Polisikan Korban Binomo, Polisi Jamin Proses Laporan Secara Adil

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 12:08 WIB
Indra Kesuma, Crazy Rich Medan yang Berbagi Lewat Ikenz-Ikenz
Indra Kesuma atau Indra Kenz (Foto: Instagram/indrakenz)


Indra Kenz Merasa Dicemarkan Disebut Penipu


Indra Kenz mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (7/2) kemarin. Kedatangannya untuk melaporkan salah satu korban Binomo, Maru Nazara.

Dalam kesempatan itu, crazy rich Indra Kenz juga mengklarifikasi soal Binomo. Menurutnya, Binomo bukan termasuk kategori perjudian.

"Semua orang bisa menggunakan (Binomo), untung maupun rugi tanggung jawab masing-masing. Tapi kan nama saya dirugikan di sini karena dianggap mempromosikan sesuatu yang berbau judi, padahal binary option tidak masuk kategori 303 sebenarnya bukan judi, cuma kan isu-isu yang beredar saya ini mempromosikan judi, itu kan tidak benar," ujar Indra Kenz di Polda Metro Jaya, Senin (7/2/2022).

Indra Kenz mengatakan binary option seperti Binomo sudah ada di Indonesia sejak 2010 ke atas. Indra Kenz kemudian menjawab soal dirinya disebut-sebut sebagai afiliator Binomo.

"Jadi sebenarnya gini, afiliator yang dimaksud itu seperti apa? Karena sebenarnya semua orang bisa jadi user, semua orang punya link reveral dalam artian punya link afiliasi bisa jadi siapapun mendaftar bisa (jadi afiliator)," jawabnya.


Tanggapan Korban Binomo Usai Dipolisikan Indra Kenz


Menanggapi laporan Indra Kenz, pengacara Maru Nazaru mengatakan pihaknya yakin Polri bakal bersikap objektif dalam menyikapi pelaporan Indra Kenz tersebut.

"Kami yakin Polri di bawah kepemimpinan Kapolri sekarang akan objektif dalam menangani kasus Binomo dan afiliator ini," ujar pengacara Maru Nazaru, Finsensius Mendrofa, saat dimintai konfirmasi, Senin (7/2/2022).

Dia menaruh harapan pada kinerja Polri dalam penanganan kasus Binomo dan afiliatornya ini. Finsensius meyakini Polri tidak akan bisa diintervensi pihak mana pun.

"Namun kami sangat percaya Polri tidak mudah diintervensi oleh siapa pun," ucapnya.


(mea/fjp)