Ma'ruf Puji Usul Pembuatan Publisher Rights: Unsur Penting Ekosistem Media

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 13:33 WIB
Maruf Amin beri sambutan di HPN 2022 (Yogi-detikcom)
Foto: Ma'ruf Amin beri sambutan di HPN 2022 (Yogi-detikcom)
Kendari -

Dewan Pers tengah mendorong pemerintah membuat regulasi publisher rights atau hak cipta jurnalistik. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi usulan tersebut.

"Secara khusus saya mengapresiasi inisiatif Dewan Pers, perwakilan asosiasi, perusahaan media dan para jurnalis yang turut memberikan kontribusi pemikiran terkait rancangan regulasi mengenai hak publikasi atau jurnalistik (publisher rights)," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (7/2/2022).

Ma'ruf Amin menyambut terbuka usulan yang dicanangkan oleh Dewan Pers tersebut. Menurutnya, hal itu bakal menjaga ekosistem industri media di Indonesia.

"Regulasi ini nantinya bukan sekadar untuk melindungi kepentingan pers nasional dalam menghadapi dominasi media baru atau platform digital global. Lebih dari itu, publisher rights adalah unsur penting untuk menjaga ekosistem media agar kemanfaatan ruang digital dapat dinikmati secara berimbang dan kedaulatan nasional di bidang digital dapat terwujud," katanya.

Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh menerangkan alasan pihaknya mengusulkan publisher rights menjadi aturan yang disahkan pemerintah. Menurutnya, aturan itu digunakan sebagai payung hukum yang adil bagi insan pers dalam menghadapi berkembangnya platform digital lain.

"Kalau yang sekarang ini platform digital itu kan yang ngambil, ngambil-ngambil, ngambil gitu aja toh. Kita nggak dapat apa-apa, gampangannya gitu. Maka itu dengan publisher rights itu nanti kita harapkan ada keseimbangan. Sumbernya kan jadi panjenengan berita itu," kata M Nuh.

"Maka yang platform-platform digital tadi itu itu juga harus berbagi. Berbagi mulai dari berbagai beritanya sampai berbagi manfaat ekonominya. Itu yang konsep dasar dari publisher rights yang kita siapkan itu. Bahan-bahan itu sudah kita serahkan, baik melalui Pak Menkominfo maupun juga Pak Menko Polhukam, yang harapannya itu bisa segera digodok," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.