HPN 2022, Ketua Dewan Pers Harap Insan Media Jadi 'Mesin' Perubahan

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 11:34 WIB
Ketua Dewan Pers M Nuh saat memberikan sambutan pada rangkaian acara peringatan Hari Pres Nasional di Kendari
Ketua Dewan Pers M Nuh (Yogi Ernes/detikcom)
Kendari -

Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh bicara soal fenomena metaverse dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. M Nuh juga berharap insan pers menjadi mesin untuk melakukan perubahan.

"Ada satu kata yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan umum dan memang luar biasa yaitu omniverse maupun seringkali disebut kata metaverse. Kata metaverse atau omniverse itu kalau kita lacak ke belakang padanannya hampir sama dengan kata internet pada tahun 70-an," kata M Nuh di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (7/2/2022).

M Nuh mengatakan fenomena metaverse adalah sebuah bentuk perubahan yang bakal terjadi di kehidupan masyarakat. Dia pun meminta insan pers di Indonesia mencermati teknologi tersebut.

"Insan pers ikuti perkembangan teknologi itu larinya ke mana. Dia bisa kita jadikan sebagai guidance untuk kita melakukan perubahan-perubahan. Dan kata yang paling tidak nyaman adalah kata terlambat," katanya.

Menurut M Nuh, di tengah kemajuan pesat teknologi digital, media di Indonesia harus segera melakukan penyesuaian. Dia mengatakan penyesuaian itu dilakukan agar media tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Saat teknologi berkembang akhirnya mulai mengeksplor wilayah yang selama ini belum tereksplor, yaitu wilayah cyber atau imajiner. Dua padanan ini antara wilayah physical space dan cyber space sekarang sudah mulai ramai," katanya.

"Sehingga barang siapa yang tidak mau mengeksplor di wilayah cyber space maka dia hanya punya satu sayap. Dia tidak akan bisa terbang bahkan bisa ditinggal sehingga kalau kita lihat rata-rata pertemuan media online pada satu media yang memanfaatkan cyber space ini pertumbuhannya luar biasa," tambahnya.

M Nuh menambahkan, tiap media di Indonesia harus segera mulai menjajal teknologi metaverse yang saat ini tengah menjadi sorotan di dunia digital.

"Kami sangat sarankan dan bisa didiskusikan dengan matang gimana caranya kita migrasi dari physical space yang sudah lama kita bergelut ke situ beralih ke cyber space. Paling tidak kita memasuki hybrid, kombinasi antara physical space dan cyber space," tutur M Nuh.

Lebih lanjut M Nuh mengatakan dengan sikap terbuka dalam mengikuti perkembangan zaman, industri media di Indonesia bisa terus berkembang dan tertinggal. Dia berharap insan media mampu menjadi masin untuk melakukan perubahan.

"Kalau itu bisa kita lakukan, apa yang disampaikan oleh Pak Charles Darwin, bukan yang paling kuat yang bisa bertahan bukan pula yang paling pinter yang bisa bertahan. Tapi siapa yang melakukan perubahan itu yang bisa bertahan. Kami berharap insan pers adalah insan yang melakukan perubahan itu bahkan menjadi mesin untuk melakukan perubahan itu," tutup M Nuh.

(ygs/lir)