ADVERTISEMENT

Fakta di Kasus Penadah Motor Curian ABG Bekasi Diduga Buronan Densus

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 06 Feb 2022 22:17 WIB
Dua terduga teroris ditangkap polisi karena menjadi penadah motor curian bocah A (13) dan B (14) di Bekasi
Foto: Dua terduga teroris ditangkap polisi karena menjadi penadah motor curian bocah A (13) dan B (14) di Bekasi (Dok.Polsek Tarumajaya)
Bekasi -

Dua remaja berinisial A (13) dan B (14) ditangkap polisi terkait kasus pencurian motor di Bekasi. Keduanya menjual barang hasil curiannya ke penadah berinisial S (31) dan MAQ (24).

Usut punya usut, S dan MAQ disebut terlibat jaringan terorisme dan diburu Densus 88. Keterangan itu mulanya didapat dari Kapolsek Tarumajaya AKP Edy Suprayitno.

"Iya betul (pelaku terduga teroris) karena sama orang Densus udah dalam pantauan dan itu udah masuk jaringan teroris," kata Edy kepada detikcom, Sabtu (5/2).

Namun begitu, belakangan ini terungkap bahwa MAQ diketahui merupakan eks napi terorisme. MAQ sempat terlibat dalam aksi terorisme MIT Poso.

Simak fakta-fakta kasus tersebut sebagai berikut:

Awal Mula Kasus Curanmor

Kasus ini bermula kala Polsek Tarumajaya menyelidiki pencurian motor milik seorang warga bernama Abdul Rosad pada 27 Januari 2021 lalu. Setelah didalami, motor milik Abdul Rosad ditemukan dalam sebuah unggahan Facebook.

"Kemudian kami menemukan sepeda motor tersebut diposting di grup Facebook dengan akun bertuliskan huruf Jepang, sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan pemiliknya," kata Edy dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (5/2/2022).

Dari situ polisi melakukan pengembangan. Setelahnya, A dan B ditangkap setelah polisi melakukan transaksi palsu.

"Anggota melakukan komunikasi dengan pemilik akun tersebut dan berhasil melakukan penangkapan tersangka A (13) dan B (14) di Bekasi Utara, Kota Bekasi," ucap Edy.

Selain A dan B, polisi turut menangkap S dan MAQ selaku penadah hasil curian. A dan B pun selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Lalu (mereka) menjualnya kepada tersangka S dan MAQ secara COD di daerah Setu, Kabupaten Bekasi," kata Edy.

Modus Pencurian

Edy menyebut modus A dan B tergolong unik. Sebab, kedua tersangka mencuri dengan cara bersepeda mencari rumah yang sepi sebagai targetnya.

"Modus atau cara mereka melakukan pencurian ini sangat unik,jadi modusnya si A dan si B ini dia keliling dengan menggunakan sepeda, dan sepeda itu hasil curian juga, dia keliling ke kampung-kampung," ungkap Edy.

Mereka membobol kunci rumah targetnya dengan cara dicongkel. Setelah dirasa berhasil, keduanya meninggalkan sepeda yang digunakan.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya..



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT