Hitamnya Hitam

Gegara Cinta Ditolak, Pria Ini Tembak Mati 7 Orang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 06 Feb 2022 14:00 WIB
Ilustrasi penguntit
Ilustrasi Penguntit (Thinkstock)
Jakarta -

Richard Farley merupakan salah satu pembunuh yang membuat California, Amerika Serikat, mengesahkan undang-undang anti-penguntitan (anti-stalking). Pasalnya, Farley diketahui sebagai pembunuh lantaran gagal mendapatkan perempuan yang ia sukai.

Dilansir dari Murderpedia, Farley adalah seorang mantan karyawan Electromagnetic Systems Labs (ESL) di Sunnyvale, California. Ia menguntit rekan kerja Laura Black selama empat tahun mulai 1984.

Pada 16 Februari 1988, Farley menembak dan membunuh tujuh orang di ESL dan melukai empat lainnya, termasuk Black. Dia dihukum karena tujuh tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Menguntit Laura Black

Richard Farley pertama kali bertemu dengan Laura Black (yang saat itu berusia 23 tahun) pada April 1984 di sebuah acara perusahaan. Ketika Black tidak menerima cintanya, Farley mulai meninggalkan hadiah, termasuk kartu dan roti buatan sendiri, di meja Black.

Terlepas dari penolakannya, Farley tetap bertahan; dia mulai menelepon mejanya setiap beberapa jam dan juga muncul di kelas aerobik Black. Dengan memberikan informasi palsu kepada departemen SDM ESL melalui dalih, Farley dapat memperoleh alamat rumah dan nomor telepon rumah Black.

Farley juga diketahui telah berteman dengan departemen kustodian untuk menyalin kunci meja Black sehingga dia bisa membobol barang-barang miliknya untuk mendapatkan wawasan tentang hidupnya. Dia juga diketahui telah menyaring file rahasia personel Black dengan alasan palsu.

Pada musim gugur 1985, Laura Black meminta bantuan Departemen SDM di ESL. ESL memerintahkan Farley untuk menghadiri sesi konseling psikologis, dan meskipun dia menghadiri sesi ini, aksi pelecehannya terhadap Black terus berlanjut. Pada musim semi 1986, Farley mengancam sesama karyawan ESL yang menyebabkan ESL memecatnya pada Mei 1986.

Dia telah bekerja di ESL selama 10 tahun. Dia menghabiskan beberapa bulan menguntit Black, kemudian menemukan pekerjaan di perusahaan saingan.

Farley pernah menulis surat kepada Black pada tahun 1987. Dia mengancam Black karena penolakan-penolakn itu.

Pada Januari 1988, Black menemukan sebuah paket di kaca depan mobilnya. Di dalamnya ada catatan dari Farley, dengan salinan kunci rumahnya.

Menembak di ESL

Black mengajukan perintah penahanan sementara terhadap Richard Farley pada 2 Februari 1988 dan hakim mengesahkannya.

Namun Farley tak gentar. Ia membeli senapan dan amunisi tambahan pada tanggal 9 Februari 1988. Dia juga memiliki berbagai senjata lain termasuk dua revolver.

Sehari sebelum tanggal pengadilan, pada 16 Februari 1988, Richard Farley mengendarai motornya ke tempat parkir ESL di Sunnyvale, California. Dia kemudian mengklaim dia menunggu Black. Jika Black menolak, dia akan bunuh diri. Sekitar pukul 3 sore, Richard Farley mengisi berbagai senjatanya. Dia mengenakan rompi amunisi, memasukkan penyumbat telinga, dan mengenakan sarung tangan kulit.

Dia kemudian berjalan ke pintu samping dengan menembak kaca, dan mulai menembak sambil menuju kantor Black di lantai dua. Beberapa karyawan terbunuh oleh tembakannya saat dia melewati gedung bekas kantornya itu. Sesampainya di kantor Black, dia membuka pintu yang dibantingnya tepat di depan wajahnya. Dia melepaskan satu tembakan melalui pintu, yang meleset dari Black. Tembakan kedua mengenai bahu kirinya dan membuatnya pingsan di lantai.

Farley sempat menahan tim SWAT polisi. Sementara itu, Black terbangun. Akhirnya Black dan korban selamat lainnya melarikan diri, dan Farley menyerah kepada polisi dengan janji sandwich dan soda. Sebanyak tujuh orang tewas oleh Farley, dan empat lainnya terluka, termasuk Black. Sebanyak 98 peluru ditembakkan oleh Farley.