KPK Eksekusi AKP Robin-Maskur Husain ke Lapas Sukamiskin

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 18:37 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

KPK mengeksekusi mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung. Robin akan menjalani pidana selama 11 tahun penjara.

"Jaksa Eksekusi Hendra Apriansyah, (2/2) telah melaksanakan putusan dengan terpidana Stepanus Robin Pattuju dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 11 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang dijalani," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (4/2/2022).

Hal itu berdasarkan pada putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 66/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst tanggal 12 Januari 2022.

Ali mengatakan Robin juga diwajibkan membayar denda sebanyak Rp 500 juta. Jika tak mampu dibayar, denda dapat diganti dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

"Penjatuhan pidana denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," katanya.

Selain itu, Robin juga diharuskan membayar uang pengganti senilai Rp 2,3 miliar. Robin diharuskan membayar uang pengganti itu selama 1 bulan ke depan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

"(Jika tak dibayar) maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa untuk dilelang dan dalam hal harta bendanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 5 bulan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, KPK tutur mengeksekusi Maskur Husain ke Lapas Sukamiskin. Maskur akan menjalani pidana 9 tahun penjara.

"Di hari yang sama sekaligus dilakukan juga eksekusi untuk terpidana Maskur Husain berdasarkan putusan dengan cara memasukkan yang bersangkutan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 9 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang dijalani," katanya.

Eksekusi ini berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 67/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt. Pst tanggal 12 Januari 2022.

"Penjatuhan pidana denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," katamya.

Ali mengatakan Maskur juga dikenakan pidana tambahan dengan membayar uang pengganti sejumlah Rp 8,7 Miliar dan USD 36 ribu, dengan ketentuan apabila dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika Maskur tak membayar, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa untuk dilelang. Namun jika harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Diketahui, Robin dan Maskur terbukti menerima suap dengan total uang senilai Rp 11,538 miliar dari berbagai pihak. Suap itu berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Berikut ini rincian uang yang diterima:

1. Walkot Tanjungbalai nonaktif M Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000;
2. Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000;
3. Eks Walkot Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000;
4. Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000;
5. Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

Simak Video 'Kasus Suap AKP Robin yang Berujung Vonis 11 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/rak)