ADVERTISEMENT

Panitia ke Ketua DPRD DKI soal Pengusaha Ogah Sponsori Formula E: Tunggu Saja

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 07:47 WIB
Jadwal Formula E Jakarta
Foto: Formula E
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut Formula E sepi sponsor karena dinilai gaduh politik. Panitia pun menjawab kritik Prasetio tersebut.

"Mau ada sponsor atau mau nggak, kita tetap lakukan persiapan semaksimal mungkin," kata Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

"Formula E kan olahraga otomotif, bukan partai politik," sambungnya.

Transformasi Ahmad Sahroni Ahmad Sahroni (Foto: Instagram/@ahmadsahroni88)

Sahroni menganggap pernyataan Prasetio sebagai motivasi. Dia mengaku yakin Formula E bisa berjalan sesuai rencana.

"Pernyataan abang saya itu sebagai motivasi kepada kita panitia. Abang saya berikan semangat buat kami di kepanitiaan," ucapnya.

Sahroni yakin sponsor akan datang saat persiapan sudah matang. Dia meminta semua pihak menunggu.

"Nanti juga akan muncul kalau sudah jadi segala fasilitasnya," katanya.

"Kita tunggu saja," sambung Sahroni.

Sebelumnya, Prasetio Edi Marsudi menyebut kalangan investor enggan mensponsori Formula E. Pasalnya, investor tak mau terang-terangan terlibat dalam kegaduhan politik akibat Formula E.

Pras mengatakan awal mula Formula E menjadi agenda politik adalah saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta untuk makan malam serta mangkir dari paripurna interpelasi yang diinisiasi oleh Fraksi PDIP dan PSI.

"Setelah waktu itu semua terkait Formula E adalah peristiwa politik," kata Prasetio dalam keterangannya, Kamis (3/2).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi MarsudiKetua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Wilda Nufus/detikcom)

Politikus PDIP itu menuturkan Pemprov DKI adalah penyelenggara Formula E di Jakarta. Hal ini diperkuat oleh instruksi Gubernur kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan dan membayar commitment fee Formula E sebesar Rp 560 miliar.

Kendati demikian, pada 2021, Anies menyatakan Formula E merupakan business to business sehingga Pemprov tak lagi terlibat. Ditambah lagi, Anies menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta, yang notabene politikus.

Kondisi itulah yang diyakini Pras menjadi penyebab Formula E tak diminati oleh investor. Ditambah lagi, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI segera berakhir pada Oktober mendatang.

"Pengusaha nggak mau terlibat dalam kegaduhan politik. Makanya mereka nggak mau investasi di Formula E," ucapnya.

Simak juga video 'Anies Beri Alasan Kenapa Formula E Harus Terlaksana':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT