ADVERTISEMENT

Napi Lapas Cipinang Cerita soal Jual-Beli Kamar Tahanan, Kalapas Bantah

Antara - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 07:12 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, bercerita terkait praktik jual beli kamar tahanan. Pihak Lapas Cipinang membantah.

Cerita itu diungkap oleh seorang napi berinisial WC. Ia bercerita dirinya harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kamar.

"Nanti duitnya diserahkan ke sipir, di sini seperti itu. Kalau untuk tidur di kamar, antara Rp5 juta hingga Rp25 juta per bulan. Biasanya mereka yang dapat kamar itu bandar narkoba besar," kata WC dilansir dari Antara, Jumat (4/2/2022).

WC mengklaim para tahanan harus membayar tempat untuk tidur karena lapas Cipinang sudah full oleh para napi. Posisi tempat tidur mempengaruhi harga yang harus dibayar.

"Besarnya tergantung tempat tidur yang dibeli. Kalau tidur di lorong dekat pot dengan alas kardus itu Rp30 ribu per satu minggu. Istilahnya beli tempat," ujar WC.

Praktik jual beli kamar tidur tahanan ini, sebut WC, sudah lama terjadi. Para tahanan tidak melaporkan praktik ini karena khawatir akan dijebloskan ke sel isolasi.

"Ya mau nggak mau kita harus bayar buat tidur. Minta duit ke keluarga di luar untuk dikirim ke sini. Kalau nggak punya duit ya susah. Makannya yang makmur di sini napi bandar narkoba," tutur WC.

Kalapas Membantah

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tony Nainggolan angkat bicara terkait tuduhan ini. Tony membantah adanya praktik jual beli kamar tahanan. Ia menegaskan para tahanan tidak perlu mengeluarkan uang untuk dapat tidur selama menjalani masa tahanan.

"Baru kemarin saya membuka program admisi orientasi (pengenalan lingkungan) dan saya sampaikan kalau di Lapas Cipinang tidak ada urusan yang berbayar, termasuk masalah tidur," kata Tony Nainggolan.

Meski begitu, Tony mengakui jika Lapas Cipinang mengalami overkapasitas. "Hari ini isinya 3.206 orang untuk kapasitas 880 orang. Kalau benar ada praktik berbayar dilakukan pegawai atau narapidana, akan saya tindak tegas," ujar Tony.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, turut bersuara terkait dugaan jual beli kamar tahanan. Ia menepis tuduhan itu.

"Informasi tersebut sangat tidak benar. Alas tidur yang disediakan berupa matras dan tidak dipungut biaya apapun," tutur Ibnu.

Lihat juga video 'Heboh Video Napi Pesta Sabu di Sumsel, Kalapas Banyuasin Benarkan Kejadian':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT