ADVERTISEMENT

NasDem Setuju Ratifikasi Ekstradisi RI-Singapura, Keberatan soal Pertahanan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 12:07 WIB
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali.
Ahmad Ali (dok: www.nasdem.id)
Jakarta -

Fraksi NasDem DPR RI menyetujui ratifikasi perjanjian ekstradisi Indonesia dengan Singapura. Namun, di sisi lain, NasDem berat menyetujui soal perjanjian ruang udara atau Flight Information Region (FIR) dan wilayah pertahanan Indonesia dengan Singapura.

"Kalau saya sih setuju-setuju saja (ratifikasi perjanjian ekstradisi), karena selama ini, Indonesia terhambat karena tidak adanya perjanjian ekstradisi dengan Singapura, kemudian Singapura menjadi surga bagi para orang-orang yang berlindung ke sana," kata Ketua Fraksi NasDem, Ahmad Ali, kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Ahmad Ali mengatakan banyak dugaan bahwa Singapura dibanjiri uang hasil kejahatan dari Indonesia. Selain itu, banyak pihak yang bermasalah hukum dengan Indonesia bersembunyi di Singapura.

"Bahkan penegak hukum negara kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika kemudian penegak hukum kita bertemu dengan penjahat tersebut di sana nggak bisa berbuat apa-apa karena itu tadi (tidak ada ekstradisi)," ujar Ahmad Ali.

"Pada sisi (perjanjian ekstradisi), baik-baik saja dan setuju, supaya kemudian tidak ada batasan, sehingga satu negara dengan negara lain tidak saling menjadi tempat persembunyian bagi penjahat apa pun," tegasnya.

Pada sisi perjanjian ruang udara dan soal pertahanan Perjanjian Kerjasama Pertahanan 2007 atau Joint Statement MINDEF DCA, NasDem memberikan catatan. Fraksi NasDem berat dengan perjanjian ini untuk disetujui.

"Yang diminta Presiden kan bagaimana penguasaan wilayah udara kita yang hari ini masih sebagian dikuasai Singapura. Ya memang menjadi agak sulit sebagai negara daulat untuk Indonesia yang sebesar ini, terus kemudian ruang udaranya (sebagian) dikontrol Singapura," ucap Ahmad Ali.

NasDem menilai perjanjian ekstradisi lebih menguntungkan sisi Indonesia, sebab aparat Indonesia bisa melakukan penegakan hukum di Singapura. Namun, soal pertahanan, NasDem menilai perjanjian itu menguntungkan Singapura karena bisa melakukan latihan militer di wilayah RI.

"Tentunya kita berharap dua-duanya (ekstradisi-ruang udara) bisa dilaksanakan, tapi kalau kemudian ini harus terpisah, ya kita mengambil satu (ekstradisi), sambil menegosiasikan ruang udara," imbuhnya.

Simak video 'Pemerintah Segerakan Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT