IPW Prediksi Penangguhan Penahanan Edy Mulyadi Ditolak

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 02 Feb 2022 08:03 WIB
Sugeng Teguh Santoso
Sugeng Teguh Santoso (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tersangka ujaran kebencian, Edy Mulyadi, berencana mengajukan penangguhan penahanan kepada Bareskrim Polri. Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi penangguhan penahanan Edy Mulyadi bakal ditolak penyidik.

"Belum akan dikabulkan, ini sepenuhnya kewenangan penyidik," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Selasa (1/2/2022).

Prediksi Sugeng, jika penangguhan penahanan Edy Mulyadi dikabulkan, akan ada protes dari masyarakat. Jadi, berdasarkan prediksi Sugeng, penangguhan tersebut akan ditolak oleh penyidik.

"Akan tetapi karena kasusnya sedang dalam tahap awal penyidikan dan banyak pihak juga yang akan komplain pada polisi bila ditangguhkan, maka permohonan tersebut akan ditolak," ujarnya.

Salah satu pertimbangan publik, oleh sebagian korban, menurut Sugeng, adalah korban berhak menyampaikan aspirasi. Selain itu, menurut Sugeng, ada pertimbangan mendasar, yakni soal hukum.

"Penolakan paling mendasar adalah pertimbangan adalah akan menghilangkan barang bukti, tidak kooperatif, akan mengulang lagi tindak pidana. Sepenuhnya ada pada pertimbangan penyidik," imbuhnya.

Edy Mulyadi Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan

Edy Mulyadi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait ujaran kebencian dan ditahan di Rutan Bareskrim. Pengacara Edy Mulyadi akan mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik.

"Atas dasar pertimbangan hukum presumption of innocent kami tim advokasi selaku pengacara dan pembela akan mengajukan penangguhan penahanan sesuai persyaratan sistem hukum yang berlaku/KUHAP," kata pengacara Edy Mulyadi, Damai Hari Lubis, dalam keterangannya, Selasa (1/2).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Kuasa Hukum Segera Siapkan Penangguhan Penahanan Edy Mulyadi':

[Gambas:Video 20detik]