Jejak Kasus Ujaran Kebencian SARA hingga Yahya Waloni Bebas dari Penjara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 11:34 WIB
Yahya Waloni
Foto: Yahya Waloni. (Dok tangkapan layar di YouTube).
Jakarta -

Yahya Waloni baru saja dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman penjara selama 5 bulan di rutan Bareskrim Polri. Yahya Waloni dinyatakan selesai menjalani masa hukuman pada 31 Januari 2022 kemarin.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengkofirmasi pembebasan Yahya Waloni, yang dijerat kasus penistaan agama terhadap injil lantaran menyebut Bible palsu dalam ceramahnya.

"(Selesai) Menjalani masa hukuman di Rutan Bareskrim," kata Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Senin (31/1/2022).

Berikut perjalanan kasus Yahya Waloni mulai dari laporan penistaan Injil hingga dibebaskan.

Dilaporkan Soal Dugaan Penistaan Agama Terhadap Injil

Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme melaporkan Yahya Waloni ke Bareskrim Polri. Yahya Waloni diduga melakukan penistaan agama dalam ceramahnya yang menyebut bible itu palsu.

Bareskrim mencatat Laporan Polisi (LP) Nomor:LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM terkait Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar golongan (SARA) pada Selasa (27/4/2021). Selain Yahya Waloni, pemilik akun YouTube Tri Datu juga dilaporkan.

Pelaporan bermula ketika pada Rabu, 21 Agustus 2019, terdakwa Yahya Waloni sebagai penceramah diundang oleh DKM Masjid Jenderal Sudirman World Trade Center Jakarta untuk mengisi kegiatan ceramah dengan tema ceramah 'Nikmatnya Islam'. Isi ceramahnya disebut dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA lantaran memuat kata-kata bermuatan kebencian terhadap umat Kristen.

Yahya Waloni Ditangkap Bareskrim Polri

Yahya Waloni ditangkap oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Wadirtipidsiber Kombes Himawan Bayu Aji. Yahya Waloni ditangkap di kawasan Cibubur.

"Ya betul (ditangkap). Tadi sore sekitar jam 17.00 WIB di rumahnya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Yahya Waloni Ditetapkan Sebagai Tersangka

Yahya Waloni resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Disebutkan Yahya Waloni sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Mei 2021.

"Sudah (tersangka). Itu kan prosesnya sejak bulan April, bulan Mei sudah naik penyidikan, sudah jadi tersangka. Proses seperti itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Rusdi menepis adanya tudingan Polri lamban dalam memproses kasus dugaan penistaan agama, termasuk Yahya Waloni. Yahya dijerat pasal berlapis.

"Antara lain dari Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45a ayat (2), di mana dalam pasal tersebut diatur dengan sengaja dan tidak sah menyebarkan informasi akan menyebabkan permusuhan kebencian berdasarkan SARA. Dan juga disangkakan Pasal 156a KUHP. Itu melakukan penodaan terhadap agama tertentu," ujar Rusdi.

Perjalanan kasus Yahya Waloni juga dapat dilihat di halaman berikutnya.

Simak Video 'Kasus Ujaran Kebencian yang Bikin Yahya Waloni Divonis 5 Bulan Penjara':

[Gambas:Video 20detik]