Yahya Waloni Bebas dari Rutan Bareskrim

Mulia Budi - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 22:43 WIB
Yahya Waloni Tiba di Bareskrim
Momen Yahya Waloni Tiba di Bareskrim pada Agustus 2021. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Yahya Waloni selesai menjalani masa hukuman 5 bulan penjara di rutan Bareskrim. Yahya Waloni bebas per hari ini.

"Informasi dari penyidik yang bersangkutan selesai masa hukuman tanggal 31 Januari 2022," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, saat dimintai konfirmasi, Senin (31/1/2022).

Ramadhan tidak memberikan informasi rinci terkait selesainya masa tahanan Yahya. Dia hanya mengatakan Yahya Waloni resmi bebas dari rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri.

"(Selesai) Menjalani masa hukuman di Rutan Bareskrim," ujarnya.

Sebelumnya, Yahya Waloni divonis 5 bulan penjara. Yahya Waloni diyakini melakukan tindak pidana melakukan ujaran kebencian terkait SARA.

"Mengadili menyatakan Terdakwa Muhammad Yahya Waloni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan di kelompok masyarakat tertentu berdasarkan agama," kata jaksa Ketua Majelis Hakim, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2022).

Hakim menyatakan Yahya Waloni terbukti bersalah melanggar Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Yahya Waloni divonis hukuman 5 bulan penjara, dan denda Rp 50 juta, dan subsider 1 bulan penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Yahya Waloni dengan pidana penjara selama 5 bulan dikurangi, denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan," katanya.

Di kasus ini, Tim Bareskrim Polri menangkap Yahya Waloni. Yahya Waloni ditangkap di kawasan Cibubur pada Kamis (26/8/2021). Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4).

Yahya Waloni kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (27/8). Waloni juga langsung dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim.

(idn/idn)