Pengacara Kekeh YouTube Edy Mulyadi Produk Jurnalistik

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 01:32 WIB
Jakarta -

Polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka dan menahannya terkait kasus dugaan ujaran kebencian. Pengacara bersikukuh menyebut kanal YouTube Edy Mulyadi sudah terdaftar di Dewan Pers.

"Selama pemeriksaan Pak Edy dari saksi itu ada kurang lebih 30 pertanyaan tadi, dilakukan oleh penyidik ke bang Edy. Pertanyaan itu sekitar YouTube-YouTube beliau, jadi tidak hanya YouTube yang viral itu, tapi YouTube sebelumnya juga dipertanyakan sama penyidik," kata Ketua tim kuasa hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir kepada wartawan, Senin (31/1/2022).

"Nah kalau yang dipertanyakan itu YouTube artinya itu produk jurnalistik, karena YouTube-nya bang Edy itu sudah terdaftar di dewan Pers," ujarnya.

Herman mengatakan kanal YouTube 'bang edy channel' terdaftar di Dewan Pers melalui perusahaan Forum News Network (FNN). Dia menyebut Edy Mulyadi seharusnya dibawa ke Dewan Pers terlebih dahulu.

"Sudah didaftarkan ke Dewan Pers melalui perusahan FNN itu Forum News Network, jadi itu sudah didaftarkan. Nah kalau penyidik berdasarkan itu, YouTube-YouTube sebelumnya termasuk produk Jurnalistik," tuturnya.

"Jadi kalau Pak Edy mau diadili sebagai atas dasar YouTube itu, dia harus dibawa ke Dewan Pers dulu. Jadi penyidik itu harus dapat izin dari Dewan Pers dulu," ujarnya.

Lebih lanjut, Herman mengklaim kanal YouTube tersebut terdaftar di Dewan Pers sejak 21 Desember 2010. Dia kembali menyebut kanal YouTube Edy Mulyadi sebagai produk Jurnalistik.

"Sudah (terdaftar) YouTube bang Edy tuh, sudah lama semenjak berdirinya FNN itu sudah terdaftar. Saya ada buktinya nih, di tanggal 21 Desember 2010. Jadi YouTube-nya bang Edy itu sudah terdaftar, kalau penyidik mempersoalkan YouTube-nya dia," kata Herman

"Bang Edy Channel itu YouTube-nya sudah termasuk produk Jurnalistik," tuturnya.

Herman kembali mengatakan YouTube merupakan salah satu bentuk dari produk Jurnalistik. Dia menyebut penyitaan akun YouTube Edy Mulyadi oleh penyidik harus se-izin Dewan Pers.

"Di dalam UU Pers itu sudah jelas bahwa namanya produk Jurnalistik itu salah satunya YouTube, yang lain-lain ada kata-kata yang lain-lainnya itu, ya itu YouTube termasuk produk Jurnalistik," ucapnya.

"Ya tadi kan ketika dia mau menyita YouTube channelnya bang Edy kami keberatan, silahkan ke Dewan Pers, kami keberatan, ke Dewan Pers dulu dong karena ini produk Jurnalistik. Kalau Dewan Pers mengizinkan ya silahkan saja saya bilang. Boleh aja menyita sepanjang Dewan Pers tidak menyita, ya nggak bisa," paparnya.