Tersangka Bentrok Maut Sorong Terancam 5 Tahun Penjara hingga Seumur Hidup

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 20:21 WIB
Penyebab bentrok di Sorong, Papua Barat mulai dicari tahu usai banyak pihak yang berguguran. Diketahui, bentrok terjadi pada Selasa (25/1) lalu.
Foto: ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA
Jakarta -

Polisi telah menetapkan 11 tersangka kasus bentrokan maut di Sorong, Papua Barat. Polisi mungkin akan mengenakan beberapa pasal dengan ancaman pidana dari 5 tahun penjara, 20 tahun penjara, bahkan seumur hidup.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Sabtu (29/1/2022), pasal yang disangkakan antara lain Pasal 340 KUHP untuk pembunuhan bencana dengan ancaman seumur hidup atau 20 tahun penjara, Pasal 338 KUHP untuk pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan Pasal 187 ayat 1, 2, 3 KUHP untuk sengaja membakar sehingga menimbulkan maut bagi orang lain dengan ancaman hukuman 20 tahun dan seumur hidup penjara.

Selanjutnya, Pasal 170 ayat (1) KUHP untuk pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. Dan terakhir Pasal 160 KUHP untuk penghasutan secara lisan maupun tulisan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara serta pasal 55 KUHP.

Adam mengatakan pihaknya telah memeriksa 55 orang saksi atas kasus ini. Para tersangka itu memang memiliki peran masing-masing atas bentrokan ini.

"Telah dilakukan proses pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 55 orang, dan telah ditangkap 11 tersangka," kata Adam kepada wartawan, Sabtu (29/1/2022).

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengatakan sudah ada 17 korban yang terkonfirmasi pihak keluarganya. Lalu, tercatat sudah ada 14 orang yang mendatangi posko antemortem untuk melakukan sampel DNA.

"Hingga saat ini perkembangan kasus teridentifikasi, dari ke-17 korban sudah terkonfirmasi dengan pihak keluarga dan 14 orang telah mendatangi posko antemortem untuk melaksanakan pencocokan sampel DNA," kata Tornagogo.

Sebelumnya, polisi menetapkan 11 orang atas bentrokan maut di Sorong ini. Mulanya polisi baru menetapkan dua tersangka.

"Melakukan penangkapan terhadap tersangka yang sudah ditetapkan. Melakukan penahanan terhadap tersangka yang sudah diamankan, 11 tersangka," kata Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing melalui keterangan tertulis Polri kepada wartawan, Sabtu (29/1).

Aparat juga telah menetapkan tujuh orang masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron dari kasus itu. Mereka adalah T, HR, PA, HT, MS, YR, dan G.

Sekilas soal bentrokan di Sorong

Sebelumnya, bentrok di Sorong tersebut diawali dari perkelahian pemuda pada malam Minggu (23/1). Polisi mengungkapkan bentrokan maut terjadi antara kelompok pemuda Kei dan Pelauw asal Maluku di Kota Sorong, Papua Barat.

Pertikaian ini sempat didamaikan sejumlah pihak, namun bentrokan kembali pecah pada Senin (24/1) lalu, dan menewaskan 18 korban, termasuk 17 warga biasa yang tewas terbakar di tempat hiburan malam (THM) Double O.

"Semua berawal dari anak muda semuanya. Anak muda yang ribut terus mengaitkan dengan kelompoknya (Kei dan Pelauw). Itu terjadi di malam Minggu," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi kepada detikcom, Selasa (25/1).

(azh/dnu)