PAN Bicara Jalan Politik Partai: Perjuangkan Islam Inklusif dan Toleran

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 05:47 WIB
Pengurus DPP PAN
Foto: dok. istimwa
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan lusa nanti bakal menyampaikan pidato kebudayaan dan gagasan Islam tengah. Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan bahwa PAN adalah partai yang memperjuangkan Islam inklusif dan toleran.

"PAN ingin memberi garis tegas bahwa kami adalah partai yang memperjuangkan Islam inklusif, toleran dan saling menghargai dalam keberagaman," kata Eddy dalam keterangannya, Kamis (28/1/2022).

Penyampaian pidato kebudayaan dan gagasan Islam tengah akan digelar di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1/2022). Zulkifli Hasan nantinya akan menyampaikan pidato bertajuk 'Indonesia Butuh Islam Tengah'.

Sejumlah pejabat pemerintah, langganan survei kandidat capres 2024, turut diundang, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketum ICMI Prof Arief Satria, juga direncanakan hadir.

Kembali ke Eddy Soeparno. Eddy menjelaskan gagasan Islam tengah adalah penegasan platform PAN sebagai partai berbasis Islam moderat, modern dan tradisional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu mengungkapkan gagasan Islam tengah sendiri lahir dari keprihatinan Zulhas -panggilan Zulkifli Hasan- tentang ancaman radikalisme agama di satu pihak, dan juga fanatisme kebangsaan di sisi yang lain.

"Karena itu, PAN percaya bahwa Islam tengah adalah jalan terbaik bagi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Ini yang menjadi jalan politik PAN. Politik kebangsaan," tutur anggota DPR Dapil Jawa Barat III itu.

Lebih lanjut Eddy memaparkan format pidato kebudayaan dipilih untuk menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tapi juga tentang bagaimana memajukan kebudayaan.

"Pidato kebudayaan dan gagasan Islam tengah akan menjadi arah dan tuntutan perjuangan kader PAN untuk diperjuangkan, sekaligus disebarluaskan sebagai solusi terbaik untuk merawat keberagaman di Indonesia, menjaga kualitas demokrasi serta mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia," tutup Eddy.

Zulhas sendiri melihat paduan antara Islam dan negara, dalam konteks Indonesia, merupakan jalan politik terbaik. Wakil Ketua MPR itu menyebut paduan antara Islam dan negara telah teruji dan perlu terus dijalankan oleh para aktor politik dan kekuasaan.

"Saya akan sampaikan secara utuh dalam pidato kebudayaan nanti. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Zulhas.

Simak juga Video: Kode Keras PAN untuk Ridwan Kamil: Sudah Kami Anggap Keluarga Sendiri

[Gambas:Video 20detik]