Hakim Vonis 5 Terdakwa Korupsi Dana Sekretariat DPRD Lebong

Hery Supandi - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 14:28 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Bengkulu -

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Teguh Raharjo dijatuhi vonis penjara 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara. Ia divonis atas kasus korupsi dana sekretariat pada 2016 sebesar Rp 1,2 miliar.

Majelis hakim yang diketuai hakim Dicky Wahyudi Susanto menambahkan terdakwa juga dibebani uang pengganti Rp 321 juta subsider 3 bulan penjara. Vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) penjara selama 1 tahun 3 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan ditambah uang pengganti Rp 321 juta subsider 3 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Supriono, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), dan Heriantoni, mantan bendahara (Sekretaris Dewan) Setwan DPRD Lebong, mendapat vonis hukuman pidana 1 tahun 4 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Terdakwa Supriono ditambah membayar uang pengganti Rp 205 juta subsider 3 bulan penjara dan terdakwa Heriantoni Rp 215 juta subsider 3 bulan penjara.

Sedangkan Mahdi, mantan Wakil Ketua (Waka 1), dan Asman Maidolan, mantan Waka 2 DPRD Lebong, divonis hakim dengan hukuman pidana 1 tahun 3 bulan kurungan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan ditambah membayar uang pengganti sebesar Rp 144 juta subsider 3 bulan penjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu memutuskan kelima terdakwa terbukti sah melanggar Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Seusai pembacaan vonis, JPU mengatakan akan menggunakan waktu pikir-pikir selama seminggu untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Sebelum menentukan langkah selanjutnya, kami akan pikir-pikir dahulu selama seminggu dan hasil vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor terhadap kelima terdakwa dugaan korupsi dana Sekretariat DPRD Lebong tahun 2016 tersebut akan segera kami laporkan ke pimpinan, "ujar Godang, JPU Kejari Lebong, Sabtu (29/1/2022).

Untuk diketahui, dalam dugaan korupsi anggaran Sekretariat DPRD Lebong tahun 2016, dari hasil audit BPKP, negara mengalami kerugian Rp 1,29 miliar. Sementara itu, dari Rp 1,29 miliar tersebut, terdakwa Teguh Raharjo dalam proses penyidikan telah menitipkan uang kepada JPU Kejari Lebong uang sebesar Rp 321 juta, terdakwa Supriono Rp 205 juta, dan terdakwa Hariantoni sebesar Rp 215 juta.

(dwia/dwia)