PKB Desak Polisi Usut Asal Narkoba Anggota GMBI yang Ikut Demo Ricuh di Jabar

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 08:16 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (Foto: MPR)
Jakarta -

PKB mengutuk demo berujung ricuh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Polda Jawa Barat (Jabar). PKB menyebut ormas seharusnya membina masyarakat, bukan malah melanggar hukum.

"Kami dukung polisi untuk menindak tegas bila aksi tersebut ada indikasi melanggar hukum. Unjuk rasa dan demonstrasi tidak dilarang asalkan tidak melanggar hukum dan anarkistis," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Dari ratusan anggota ormas GMBI diamankan polisi, belasan orang di antaranya positif narkoba. Jazilul pun mendesak polisi mengusut temuan tersebut.

"Usut juga dari mana mereka mendapatkan narkoba. Mereka pengguna atau masuk jaringan pengedar," ucapnya.

Sebelumnya, aksi demo massa GMBI berujung ricuh di depan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (27/1). Massa merusak pagar Mapolda Jabar hingga ada yang menunggangi patung Maung Lodaya, yang merupakan simbol Polda Jabar.

Total kini ada 731 orang yang ditangkap polisi, termasuk seorang anggota GMBI yang menunggangi Maung Lodaya. Dari ratusan orang yang diamankan, ada yang positif narkoba dan reaktif COVID-19.

"Kemudian, dari pemeriksaan narkoba, dari yang tadinya 16 menjadi 19 orang," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (28/1).

Anggota GMBI yang positif narkoba tersebut didapatkan dari hasil tes urine yang dilakukan oleh Polda Jabar. Mereka pun sejak kemarin dipisahkan dari anggota yang lainnya.

"Narkoba sendiri, sehingga kita bisa dapatkan datanya 19 tadi," tutur dia.

Demo digelar massa GMBI berkaitan dengan proses penanganan perkara bentrok ormas di Kabupaten Karawang yang menewaskan satu anggota GMBI pada November 2021.

Simak Video: 168 Anggota GMBI Dikumpulkan di Polda Jateng Usai Bentrok di Jabar

[Gambas:Video 20detik]



(fas/haf)