ADVERTISEMENT

Hari Kusta Sedunia, Begini Sejarah-Peringatan Tahun Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 20:51 WIB
Hari Kusta sedunia atau World Leprosy Day (WLD) diperingati setiap minggu terakhir bulan Januari. Bagaimana sejarah hingga perayaan tahun ini?
Hari Kusta Sedunia, Begini Sejarah-Peringatan Tahun Ini (Foto: detikcom/Thinkstock)
Jakarta -

Hari Kusta sedunia atau World Leprosy Day (WLD) diperingati setiap minggu terakhir bulan Januari. Tahun ini, Hari Kusta sedunia diperingati tanggal 30 Januari 2022.

Hari Kusta Sedunia merupakan wadah sekaligus kesempatan bagi masyarakat dunia untuk merayakan orang yang pernah mengalami kusta, meningkatkan kesadaran terhadap penyakit dan menyerukan stigma juga diskriminasi terhadap penyakit kusta.

Untuk mengetahui sejarah hingga serba-serbi Hari Kusta Sedunia, detikcom sudah merangkumnya dari berbagai sumber. Simak informasi berikut ini.

Hari Kusta Sedunia: Begini Awal Mulanya

Sebelum Hari Kusta sedunia terbentuk, penyakit ini awalnya dinamai 'Hensen' oleh ilmuwan Norwegia Gerhard Henrik Armauer Hansen. Saat itu, di tahun 1873 dia menemukan bakteri yang tumbuh dan sekarang dikenal sebagai Mycobacterium leprae dan menjadi penyebab salah satu penyakit.

Bakteri ini sulit ditangkap, serta bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan gejala penyakit setelah terinfeksi. Kendati demikian, orang yang terkena kusta dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.

Dikutip dari laman leprosymission.org, Hari Kusta Sedunia awalnya bermula dari pegiat Kemanusiaan Perancis, Raoul Follereau. Dia mendapat penghargaan untuk kehidupan Mahatma Gandhi yang melakukan banyak pekerjaan dengan orang yang terkena kusta dan meninggal pada akhir Januari 1938.

Terbentuknya Hari Kusta Sedunia mulanya diselenggarakan oleh komunitas orang-orang yang mengidap kusta dan LSM yang fokus membidangi penyakit tersebut. Beberapa LSM ini termasuk Leprosy Mission dan menjadi kesempatan untuk mengangkat suara masyarakat yang terkena kusta di seluruh dunia.

Hari Kusta Sedunia: Serba-Serbi Penyelenggaraan Tahun Ini

Merujuk situs WHO, tahun ini Hari Kusta Sedunia mengangkat tema "Bersatu Untuk Martabat". Kampanye ini menyerukan persatuan untuk menghormati martabat orang yang pernah terjangkit penyakit kusta.

Untuk memperingati Hari Kusta Sedunia tahun ini, World Health Organization (WHO) mengajak masyarakat dunia untuk berbagi cerita dan mengadvokasi kesejahteraan mental sekaligus hak untuk hidup bermartabat yang bebas dari stigma terkait penyakit kusta.

WHO menilai, orang-orang yang mengidap kusta cenderung menghadapi tantangan kesejahteraan mental karena stigma, diskriminasi dan isolasi. Dengan adanya Hari Kusta Sedunia, WHO mengajak masyarakat agar menghargai mereka yang mengidap penyakit tersebut.

Pasalnya, orang yang mengalami kusta berhak mendapatkan hidup yang layak, bebas dari stigma dan diskriminasi terkait penyakit tertentu. Inilah sebabnya sampai saat ini Hari Kusta Sedunia masih terus diperingati oleh seluruh dunia.

Hari Kusta Sedunia: Simak Alasan Perayaannya

Diperingatinya Hari Kusta sedunia bukanlah tanpa alasan. Masih mengutip situs leprosymission.org, perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap penyakit kusta yang menurut sebagian orang sudah musnah.

Berdasarkan laporannya, setiap tahun ada 200.000 orang yang didiagnosis menderita kusta. Bahkan, ada jutaan orang yang hidup dengan konsekuensi lantaran pengobatan kusta yang tertunda. Oleh karenanya, Hari Kusta sedunia terus diperingati dan mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya.

Hari Kusta sedunia juga memberi kesempatan bagi pengidapnya untuk merayakan kehidupan yang lebih layak, meningkatkan kesadaran terhadap tanda dan gejala penyakit kusta, serta mengatasi stigma yang beredar di masyarakat.

Hari Kusta sedunia juga menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat dunia agar dapat mengumpulkan uang guna memberi pengobatan kepada pengidapnya. Di sisi lain, peringatan tahunan ini juga mengajak masyarakat agar dapat mengakhiri penularan kusta.

Simak halaman selanjutnya untuk mengetahui cara berpartisipasi dalam merayakan Hari Kusta sedunia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT