ADVERTISEMENT

Apa Itu Tritura 10 Januari dan Apa Isinya?

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 12:30 WIB
Kalender tahunan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi / Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Apa itu Tritura banyak dicari tahu pada 10 Januari. Tritura merupakan singkatan dari Tiga Tuntutan Rakyat.

Hari Tritura merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Hari Tritura ini juga disebut sebagai hari lahirnya Orde Baru.

Lalu, apa itu Tritura? Simak informasi berikut mengenai apa itu Tritura yang sudah kami rangkum.

Apa Itu Tritura? Ini Jawabannya

Melansir dari situs Universitas Malahayati, Hari Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) jatuh pada tanggal 10 Januari setiap tahunnya. Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat merupakan sebuah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sebagian mahasiwa dan rakyat Indonesia.

Tritura merupakan tiga tuntutan yang diserukan mahasiswa untuk pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1965. Kegiatan aksi tersebut juga merupakan dampak dari tragedi Gerakan 30 September (G30S) di tahun 1965.

Apa itu Tritura sekarang sudah diketahui. Berikut adalah informasi mengenai isi Tritura serta sejarah Tritura yang penting untuk diketahui.

Isi Tritura

Dilansir dari situs Pemprov DKI Jakarta, Tritura dicetuskan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Alesi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) dan kesatuan-kesatuan aksi lainnya yang tergabung dalam Front Pancasila. Tuntutan rakyat ini dicetuskan dalam suatu aksi demonstrasi di halaman gedung DPR-GR pada tanggal 12 Januari 1966.

Adapun isi Tritura adalah sebagai berikut:

  1. Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI)
  2. Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur yang terlibat G30S (reshuffle Kabinet Dwikora)
  3. Penurunan harga (perbaikan ekonomi rakyat)


Sejarah Tritura

Apa itu Tritura sudah dibahas. Selanjutnya, muncul pertanyaan bagaimana sejarah terbentuknya Tritura?

Mengutip situs Universitas Malahayati, di tahun 1966 masyarakat Indonesia mengalami kesulitan, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM).

Oleh karena itu, mahasiswa mendatangi gedung DPR-GR untuk melakukan aksi demonstrasi. Para demonstran menuntut pemerintah untuk menuruti Tritura.

Lalu, Presiden Soekarno mengumumkan reshuffle kabinet secara resmi tanggal 21 Februari 1966. Hal tersebut menyulut kembali para mahasiwa untuk meningkatkan aksi demonstrasinya, pada tanggal 24 Februari 1966, mahasiswa memboikot pelantikan menteri-menteri baru tersebut.

Karena Tritura dianggap kurang mendapat tanggapan dari Presiden Soekarno, demonstrasi-demonstrasi makin gencar dilakukan dan berakhir dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Surat tersebut menandai dibubarkannya PKI, mundurnya Soekarno dari jabatannya sebagai Presiden, serta Suharto yang diminta untuk mengambil tindakan untuk memulihkan keadaan.

(azl/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT