Hari Gizi Nasional 2022, Ini Sejarah-Tema Tahun Ini

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 13:46 WIB
Logo Hari Gizi Nasional 2022
Hari Gizi Nasional 2022 (Foto: Dok. Kemenkes)
Jakarta -

Hari Gizi Nasional 2022 diperingati pada 25 Januari tiap tahunnya. Hari Gizi Nasional merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian berbagai pihak bersama membangun masyarakat yang sehat melalui gizi seimbang.

Simak rangkuman informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Hari Gizi Nasional 2022.

Hari Gizi Nasional 2022: Ini Sejarahnya

Melansir dari situs Sehat Negeriku Kemenkes, upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950. Saat itu, Menteri Kesehatan J Leimena mengangkat Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR), yang waktu itu lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV).

Hari Gizi Nasional (HGN) diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an. Kemudian, peringatan Hari Gizi Nasional dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an. Hingga sekarang, Hari Gizi Nasional merupakan agenda resmi Kementerian Kesehatan RI.


Hari Gizi Nasional 2022: Tema Tahun Ini

Tahun ini merupakan peringatan Hari Gizi Nasional yang ke-62. Hari Gizi Nasional diperingati dengan tema yang berbeda beda tiap tahunnya.

Dilansir dari situs resmi Dinkes Sleman, tema Hari Gizi Nasional tahun ini adalah "Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas". Hal ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi stunting dan obesitas.

Menurut Kemenkes RI, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

Sedangkan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak menular (PTM) seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, dan hipertensi atau darah tinggi. Pencegahan terhadap obesitas dapat dilakukan dengan menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, mengurangi konsumsi gula garam dan lemak, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Simak pula logo Hari Gizi Nasional 2022 di halaman berikutnya.