ADVERTISEMENT

KPK Geledah Perusahaan-Kantor Bupati Langkat Nonaktif, Ini yang Ditemukan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 17:45 WIB
Profil bupati langkat Terbit Rencana mulai dicari tahu usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan ditemukannya kerangkeng di halaman belakang rumahnya.
Terbit Rencana Perangin Angin (Foto: dok .20detik/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK menggeledah kantor Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Ada sejumlah dokumen yang didapat dari lokasi penggeledahan.

"Di kantor Bupati, tim penyidik mengundang beberapa kepala dinas dan kemudian KPK menerima berbagai dokumen terkait proyek di Kabupaten Langkat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (28/1/2021).

KPK juga menggeledah perusahaan yang diduga milik Terbit Rencana. Di sana KPK mengamankan dokumen yang diduga terkait perkara yang menjerat Bupati Langkat nonaktif itu.

"Sedangkan di perusahaan yang diduga milik Tersangka TRP serta rumah kediaman pihak yang terkait dengan perkara, ditemukan dan diamankan berbagai dokumen yang masih diduga terkait dengan perkara," ungkap Ali.

Ali mengatakan bukti-bukti yang didapat penyidik akan dianalisis terlebih dahulu. Selanjutnya, barang bukti itu akan disita untuk melengkapi berkas perkara.

"Bukti-bukti ini akan ditindaklanjuti oleh tim penyidik dengan analisis dan penyitaan untuk terus melengkapi berkas perkara penyidikan Tersangka TRP dan kawan-kawan," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tersangka kasus dugaan suap setelah terjaring OTT. Terbit Rencana diduga meminta fee dari paket-paket yang dibuat terkait pengerjaan proyek infrastruktur.

Paket proyek itu dibuat sejak 2020. Terbit Rencana bekerja sama dengan saudara dan sejumlah jajaran yang disebut orang kepercayaannya dalam membuat paket proyek.

"Sekitar tahun 2020 hingga saat ini, Tersangka TRP selaku Bupati Langkat periode 2019 sampai 2024 bersama dengan Tersangka ISK, yang adalah saudara kandung Tersangka TRP, diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan paket proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Kamis (20/1).

Simak video 'Isi 'Brankas' Bupati Langkat: Usai Kerangkeng, Kini 7 Hewan Langka':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

"Dalam melakukan pengaturan ini, Tersangka TRP memerintahkan SJ selaku Plt Kadis PUPR Kabupaten Langkat dan SH selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk berkoordinasi aktif dengan Tersangka ISK sebagai representasi Tersangka TRP terkait dengan pemilihan pihak rekanan mana saja yang akan ditunjuk sebagai pemenang paket pekerjaan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan," lanjutnya.

Ada dua paket proyek yang dibuat, yakni paket proyek melalui lelang dengan permintaan fee sebesar 15 persen, kemudian paket proyek penunjukan langsung dengan fee 16,5 persen.

Paket itu kemudian dimenangi oleh tersangka MR sebagai pemberi suap. Dengan total nilai paket proyek sebesar Ro 4,3 miliar.

Tersangka MR diduga memberikan fee senilai Rp 786 juta. Terbit Rencana menggunakan orang-orang kepercayaannya dalam pengelolaan fee tersebut.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan sejumlah tersangka. Berikut ini rinciannya:

Diduga sebagai pemberi:

1. MR (Muara Perangin Angin) selaku swasta

Diduga penerima:

1. TRP (Terbit Rencana Perangin Angin) selaku Bupati Langkat
2. ISK (Iskandar PA) selaku kepala desa Balai Kasih
3. MSA (Marcos Surya Abdi) selaku swasta/kontraktor
4. SC (Shuhanda Citra) selaku swasta/kontraktor
5. IS (Isfi Syahfitra) selaku swasta/kontraktor

(whn/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT