KPK Geledah Perusahaan-Kantor Bupati Langkat Nonaktif, Ini yang Ditemukan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 17:45 WIB
Profil bupati langkat Terbit Rencana mulai dicari tahu usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan ditemukannya kerangkeng di halaman belakang rumahnya.
Terbit Rencana Perangin Angin (Foto: dok .20detik/detikcom)

"Dalam melakukan pengaturan ini, Tersangka TRP memerintahkan SJ selaku Plt Kadis PUPR Kabupaten Langkat dan SH selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa untuk berkoordinasi aktif dengan Tersangka ISK sebagai representasi Tersangka TRP terkait dengan pemilihan pihak rekanan mana saja yang akan ditunjuk sebagai pemenang paket pekerjaan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan," lanjutnya.

Ada dua paket proyek yang dibuat, yakni paket proyek melalui lelang dengan permintaan fee sebesar 15 persen, kemudian paket proyek penunjukan langsung dengan fee 16,5 persen.

Paket itu kemudian dimenangi oleh tersangka MR sebagai pemberi suap. Dengan total nilai paket proyek sebesar Ro 4,3 miliar.

Tersangka MR diduga memberikan fee senilai Rp 786 juta. Terbit Rencana menggunakan orang-orang kepercayaannya dalam pengelolaan fee tersebut.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan sejumlah tersangka. Berikut ini rinciannya:

Diduga sebagai pemberi:

1. MR (Muara Perangin Angin) selaku swasta

Diduga penerima:

1. TRP (Terbit Rencana Perangin Angin) selaku Bupati Langkat
2. ISK (Iskandar PA) selaku kepala desa Balai Kasih
3. MSA (Marcos Surya Abdi) selaku swasta/kontraktor
4. SC (Shuhanda Citra) selaku swasta/kontraktor
5. IS (Isfi Syahfitra) selaku swasta/kontraktor


(whn/haf)