Ancam Sebar Foto Syur, Pemerkosa ABG Tangsel Terancam 15 Tahun Bui

M Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 13:34 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Polisi telah mengusut tindakan pria inisial TDP (19), pelaku pemerkosaan anak di bawah umur di Tangerang dan mengancam menyebarluaskan foto syur korban. TDP kini terancam kurungan 15 tahun penjara akibat perbuatannya tersebut.

"Dengan ancaman hukuman pidana minimal lima tahun dan paling lama 15 tahun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Pelaku TDP diketahui sempat berhubungan badan dengan korban. Pelaku lalu mengancam bakal menyebarluskan foto syur korban usai tidak terima diputuskan oleh korban.

Bukan hanya itu, pelaku pun melakukan upaya pemerasan. Dia meminta sejumlah uang kepada korban agar foto syur korban itu tidak disebarluskan.

"Tersangka mengancam apabila tidak dikembalikan akan menyebarkan foto-foto vulgar milik korban yang selama ini sering dikirimkan korban kepada tersangka dengan menggunakan sarana media sosial," jelas Zulpan.

Zulpan menjelaskan mulanya TDP dan korban berkenalan melalui media sosial. TDP mengaku memiliki ketertarikan terhadap korban sehingga meminta foto syur korban, bahkan hingga berhubungan badan.

"Tersangka menggunakan modus bujuk rayu karena merasa tertarik yang dimilikinya untuk melakukan persetubuhan dengan iming-iming memberikan uang jajan. Tersangka meminta kepada korban awalnya adalah untuk mengirim gambar vulgar milik korban melalui media sosial. Mereka melakukan tiga kali pertemuan. Dalam pertemuan tersebut ini dilakukan hubungan badan layaknya suami istri," jelasnya.

TDP dan korban sempat berstatus pacaran. Namun pada 23 Januari 2022, korban memutuskan korban. Hal ini diduga menjadi penyebab ancaman penyebaran foto syur korban.

"Mereka juga sempat menyatakan pacaran. Kemudian pada tanggal 23 januari 2022, korban menyatakan memutuskan hubungannya kepada tersangka. Tersangka tidak terima kemudian meminta kepada korban untuk mengembalikan semua apa yang telah dia berikan. Korban panik, menceritakan kejadiannya ini kepada guru sekolahnya," sambung Zulpan.

Mendengar hal itu, guru sekolah korban memberitahukan kejadian itu kepada orang tua korban. Pihak keluarga lalu kasus itu ke pihak Polres Tangerang Selatan.

Hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti, polisi telah menetapkan TDP sebagai tersangka. Pelaku dinilai melanggar aturan di UU Perlindungan Anak.

"Tersangka ini mengakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Penyidik Satreskrim Polres Tangsel mempersangkakan Pasal 81 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU," pungkas Zulpan.

(ygs/mei)