PTM di 18 Sekolah Depok Dihentikan Karena Kasus COVID, Mayoritas SMA

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 12:50 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept
Foto ilustrasi sekolah: iStock
Depok -

Pembelajaran tatap muka (PTM) 18 sekolah di Depok dihentikan sementara lantaran termuan kasus COVID-19 mencapai 197 kasus. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut mayoritas temuan kasus berada di jenjang SMA.

"18 sekolah yang sudah ada konfirmasi positif dengan total 197 kasus. Ada SD, SMP, dan mayoritas SMA," kata Dadang saat ditemui di SMPN 1 Depok, Jumat (28/1/2022).

Adapun rincian 18 sekolah tersebut, yakni 3 temuan di SD, 1 SMP, dan 14 SMA. Dadang menyebut kemungkinan masih bisa bertambah, mengingat pemerintah kota (Pemkot) masih melakukan tracing dan testing.

"Satu (kasus) di SMP. Jadi 14 SMA, 12 SMA Negeri, 2 lagi SMA boarding," tuturnya.

Dadang menyebut saat ini Satgas merekomendasikan PTM hanya dilakukan 50 persen saja dengan beberapa aturan. Menurutnya, PTM 100 persen masih belum bisa dilakukan karena masih banyak orang yang abai prokes.

"Memang sebaiknya itu dilakukan 50 persen dari kapasitas. Tinggal pengaturan jamnya saja, misal dalam 1 hari tidak sekaligus mereka masuk. 50 persen mungkin pagi, lalu 50 persen siang, sehingga semua bisa terakomodasi," jelasnya.

"Kalau inikan kapasitas 100 di dalam kelas. Bisa dilihat bagaimana mereka tentunya tidak bisa menjaga jarak," imbuhnya.

Simak juga Video: Peniadaan PTM dan Perbanyak WFH Bisa Meredam Lonjakan Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)