BOR RS COVID Jadi 45%, Dinkes DKI: Pasien Gejala Ringan Bisa Isolasi Mandiri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 22:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti
Widyastuti (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Keterisian tempat tidur RS Rujukan COVID-19 DKI Jakarta tembus 45%. Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta pasien COVID-19 yang bergejala ringan hingga asimtomatis menjalani isolasi mandiri di rumah dengan memanfaatkan layanan telemedicine.

"Ini yang tentunya perlu diinformasikan kepada warga bahwa jangan panik, sedang disediakan platform telemedicine untuk yang tidak bergejala atau bergejala ringan, bisa isolasi mandiri atau nanti disortir yang sedang disiapkan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Widyastuti menjelaskan saat ini 140 dari 194 rumah sakit di Jakarta menjadi rujukan COVID-19. Kendati demikian, 39% pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan bergejala ringan. Bahkan, 9% pasien lainnya tak bergejala alias asimtomatis.

Melalui layanan telemedicine, Dinkes DKI berharap dapat meminimalkan keterisian tempat tidur RS COVID.

"Sehingga atas regulasi yang baru dari Kemenkes untuk asimtomatis dan ringan bisa isolasi mandiri sudah disiapkan telemedicine," ujarnya.

Di samping itu, Widyastuti juga memastikan Puskesmas hingga Satgas COVID-19 setempat terus memantau pasien selama menjalani isolasi mendiri. Jadi, Dinkes DKI menjamin tak akan lepas tangan terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di rumah.

"Tentu kami kerja sama antara telemedicine dengan teman-teman di di Puskesmas dan tentunya Satgas dari tingkat RT menjadi penting untuk bersama-sama menjaga" jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penjelasan terkait tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di RS DKI Jakarta yang mencapai 45% saat ini. Menurut Budi, saat ini kapasitas tempat tidur rumah sakit di DKI masih dapat ditingkatkan karena kapasitas maksimalnya mencapai 11 ribuan.

Budi mengatakan saat ini DKI baru membuka kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebanyak 3.900 dari yang sebenarnya bisa ditingkatkan menjadi 11.000 tempat tidur. Sementara itu, saat ini tempat tidur di RS di DKI Jakarta telah terisi sekitar 45 persen atau 1.700-1.800an sehingga menurut Budi semestinya masih ada ruangan untuk pasien dirawat.

"Ada yang memberitakan di Jakarta sudah 45% terisi, itu 45% terisi dari kapasitas yang siap sekarang 3.900. Sebenarnya tempat tidur isolasi di Jakarta itu 11.000, sekarang belum dikonversikan saja, karena memang dulu sudah naik sampai angka 10.000-an pada saat di bulan Juli," kata Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Kemenkes, Kamis (27/1).

(taa/lir)