90 Sekolah DKI Tutup Imbas Corona, Ma'ruf: PTM Disesuaikan Level PPKM

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 16:46 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (Dok Setwapres)
Foto: Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Dok Setwapres)
Jakarta -

Sebanyak 90 sekolah di DKI Jakarta ditutup sementara imbas temuan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menjelaskan alasan masih diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Jakarta.

"Nah, untuk PTM itu kita memang sudah punya aturan-aturan, sehingga aturan itu sudah bisa diterapkan sesuai dengan levelnya, level satu, level dua, itu seperti itu, ya. Kemudian kalau naik, ke level tiga," kata Ma'ruf kepada wartawan di Great Western Resort, Tangerang, Banten, Kamis (27/1/2022).

Ma'ruf kemudian menjelaskan kriteria sekolah yang akan ditutup sementara jika ditemukan kasus Corona. Kriteria itu adalah sebanyak 5 persen warga di lingkungan sekolah positif Corona.

"Kemudian jika terjadi yang terkena kalau sudah mencapai di atas 5 eprsen, itu ditutup. Karena itu, maka terjadi, walaupun PTM itu masih 100 persen, ketika dia sudah melampaui, nah itu," katanya.

Pengurangan kapasitas PTM di DKI Jakarta, kata Ma'ruf, akan terjadi jika PPKM naik ke level 3. Saat ini, diketahui DKI Jakarta masih menerapkan PPKM level 2.

"Nah, nanti kalau levelnya sudah bisa naik mungkin bukan 100 persen, tapi 50 persen, itu sudah automatically. Jadi sudah ada aturan-aturannya sehingga semua sudah disiapkan. Kalau (level PPKM) naik, dia turun (kapasitas PTM), kalau ada kenaikan di masing-masing sekolah, per sekolah itu 5 persen ke atas dilakukan penutupan. Jadi sudah ada aturannya," tutur dia.

Untuk diketahui, sekolah yang ditutup akibat kasus COVID-19 bertambah. Setidaknya ada 120 siswa positif COVID-19 sehingga 90 sekolah ditutup sementara.

"Total jumlah sekolah yang ditemukan kasus positif 90 sekolah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam keterangan tertulis, Rabu (26/1).

Adapun data ini merupakan cut off per 22 Januari 2022. Durasi penutupan sekolah pun beragam, yakni 5-14 hari. Saat ini sekitar 80 sekolah sudah diizinkan buka kembali.

(lir/idn)