Ricuh di Lapangan Muara Angke Ternyata Dipicu Bola Nyasar ke Rumah Warga

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 14:49 WIB
Tangkapan layar video viral kericuhan di lapangan Ingub Muara Angke, Jakut
Tangkapan layar video viral kericuhan di lapangan Ingub, Muara Angke, Jakut (Dok. Instagram @merekamjakarta)
Jakarta -

Kericuhan sempat mewarnai pertandingan sepakbola di lapangan Ingub, Muara Angke, Jakarta Utara. Kericuhan yang diwarnai aksi saling lempar batu itu ternyata dipicu bola nyasar.

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Seto Handoko Putra membenarkan hal tersebut. Seto mengatakan beberapa kali bola yang dimainkan mengenai rumah warga dan Pasar Jaya, yang berada tepat di belakang gawang.

"Tendangan bolanya sering nyasar (ke rumah warga). Di belakangnya (lapangan Ingub) itu permukiman warga dan Pasar Jaya. Tendangannya sering out tuh. Untuk penahan bola di bagian belakang itu tidak terlalu tinggi," kata Seto saat dihubungi, Kamis (27/1/2022).

Seto mengatakan tidak hanya sekali bola nyasar ke rumah warga. Dia mengatakan, karena sudah kesal hal tersebut berulang, akhirnya salah satu warga melempar batu ke dalam lapangan hingga memicu keributan.

"Kalau pagi atau sore bola out kan wajar. Kalau udah malem, bola out ke rumah warga, pasti marah, kan," ujar Seto.

"Bayangin setiap hari, setiap malam, dipakai main bola, terus bolanya out kena rumah warga, pasti marah. Malam itu, udah jenuh, ada warga yang lempar batulah ke lapangan," imbuhnya.

Namun, setelah kericuhan terjadi, pihak kepolisian memediasi perwakilan warga dan pemain sepakbola yang terlibat kericuhan di Muara Angke, Jakarta Utara. Hasil pertemuan itu, kedua pihak sepakat damai.

"Telah dilaksanakan acara penyelesaian permasalahan antara Fahrudin dengan beberapa warga Pelabuhan Muara Angke terkait keributan pada saat bermain bola," kata Seto.

Sementara itu, Kapolres Tanjung Priok AKBP Putu Kholis mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Utara untuk membangun pembatas bola di lapangan untuk mengantisipasi terulangnya kericuhan.

"Kami juga sudah menginformasikan masalah ini ke pihak Dispora Jakarta Utara untuk menambah fasilitas jala/pembatas bola agar tidak mengganggu kawasan permukiman di sekitarnya," pungkasnya.

(mea/mea)