Prabowo-Komisi I DPR Lanjut Rapat, Kini Tertutup

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 14:07 WIB
Prabowo Subianto tertangkap kamera tengah berbincang dengan Kuasa Usaha Israel untuk Bahrain, Itay Tagner (Foto: AFP/MAZEN MAHDI)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (AFP/MAZEN MAHDI)
Jakarta -

Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja (raker) bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membahas Komponen Cadangan (Komcad). Rapat itu digelar tertutup.

Rapat dilaksanakan di ruang Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2022). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.

Dalam agenda resmi DPR, rapat tersebut membahas terkait Komponen Cadangan (Komcad) dan isu-isu aktual lainnya.

Dalam rapat itu, Muetya membuka sekaligus mempertanyakan kepada seluruh jajaran yang hadir apakah rapat dilaksanakan secara terbuka atau tertutup. Anggota dan Prabowo sepakat rapat digelar tertutup.

"Kepada mitra kami, Bapak Menhan, apakah ada yang disampaikan dengan sifat rahasia?" kata Muetya.

"Tertutup, Bu," jawab Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo juga telah rapat bersama Komisi I DPR terkait persetujuan penghapusan KRI, yakni KRI Teluk Penyu 513 dan KRI Teluk Mandar 514. Komisi I DPR pun menyetujui hal tersebut.

Persetujuan penjualan itu diambil dalam rapat kerja komisi I DPR bersama Menhan Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani, dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid membacakan persetujuan penjualan tersebut. Untuk diketahui, semua fraksi di Komisi I DPR telah memberikan pandangan dan menyepakati penjualan itu.

"Setelah mendengarkan penjelasan Menhan, Menkeu, KSAL, komisi I DPR RI memutuskan menyetujui usulan penjualan kapal eks KRI Teluk Bandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 pada Kementerian Pertahanan sesuai dengan surpres nomor R sekian sekian, perihal permohonan persetujuan penjualan barang milik negara berupa kapal eks KRI Teluk Mandar 514 dan KRI 513 pada Kementerian Pertahanan dan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Meutya membacakan keputusan rapat.

Simak Video 'Sudah Keropos dan Rusak Jadi Alasan Prabowo Jual 2 Eks KRI':

[Gambas:Video 20detik]

(drg/gbr)