Pengacara Surati Jaksa Minta Rekomendasi Setop Penyidikan Haris Azhar-Fatia

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 13:18 WIB
Jakarta -

Tim Advokasi Bersihkan Indonesia mengirimkan surat ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Surat itu berisi permintaan rekomendasi agar penyidik menyetop penyidikan terhadap Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar.

"Jadi tadi kami sudah menyampaikan surat permintaan dikeluarkannya rekomendasi kepada jaksa atau Kepala Jaksa Tinggi DKI Jakarta untuk mengusulkan kepada penyidik yang melakukan penyidikan untuk mengeluarkan suatu rekomendasi penghentian perkara," ujar salah satu kuasa hukum Fatia Maulidiyanti, Andi Muhammad Rizaldi, di kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Andi menuding kasus ini dipaksakan. Dia menyebut perbuatan yang diduga dilakukan Fatia dan Haris Azhar dijamin menurut instrumen hukum dan hak asasi manusia (HAM).

"Di luar konteks itu, apa yang dilakukan keduanya adalah sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk menjalani jalannya pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dan juga hak-hak asasi manusia," jelas Andi.

"Yang kedua, dalam surat yang kami sampaikan itu sebagai pendapat secara hukum dan hak asasi manusia yang sebenarnya kami ingin nyatakan bahwa kasus ini tidak layak untuk dilanjutkan," sambungnya.

Salah satu kuasa Hukum Haris Azhar, Muhammad Al Ayyubi Harahap, menyebut menyampaikan pendapat di ruang publik merupakan hak asasi manusia. Juga sebagai partisipasi publik untuk kemajuan hak asasi manusia.

"Yang kedua, alasannya adalah Haris Azhar dan Fatia adalah pembela hak asasi manusia. Kenapa bisa kita katakan seperti itu? Selain dalam instrumen hukum nasional maupun internasional bahwa mereka dilindungi," ujar Ayyubi.

"Substansi yang mereka bahas di video itu berlandas pada hasil kajian yang substansinya adalah membahas tentang hak asasi manusia di wilayah Papua. Begitu," sambungnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dari Lokataru dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti karena merasa difitnah terkait bisnis tambang di Papua.

"(Yang dilaporkan) jadi Haris Azhar sama Fatia," ujar Luhut kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Kasus yang dilaporkan Luhut itu kemudian naik ke penyidikan. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

(ain/haf)