Pangdam Jaya Beberkan Strategi Lawan Radikalisme di Jakarta

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 12:20 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta prajurit TNI AD mengantisipasi perkembangan kelompok radikal di masyarakat. Menindaklanjuti arahan itu, Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto membeberkan sejumlah strategi dalam rangka melawan radikalisme di masyarakat.

Pertama, Untung menyebut pihaknya akan melakukan pencegahan unsur radikalisme yang menyusup ke struktur internal Kodam Jaya. Untung meyakini bahwa penyebaran paham radikal di internal Kodam Jaya dapat dicegah.

"Yang pertama, kita menyampaikan kepada internal dulu dalam Kodam, kita meyakinkan bahwa tidak ada anasir-anasir yang coba menyusup ke dalam tubuh kita," kata Untung kepada wartawan seusai acara Ngopi Bareng Pangdam Jaya di Kodam Jaya, Jakarta Timur, Kamis (27/1/2022).

Kedua, Untung mengatakan pihaknya akan menggencarkan komunikasi antar-elemen masyarakat guna memberikan edukasi bahaya radikalisme. Selain itu, pihaknya juga akan memetakan kelompok-kelompok yang berpotensi menganut paham radikal.

"Setiap satuan sudah diperintahkan oleh KSAD untuk membuat peta kemungkinan kelompok radikal di daerah dan kita akan terus untuk mengedukasi bahaya radikal di daerah dengan menggunakan satuan-satuan yang ada di daerah," ucapnya.

Seperti diketahui, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman meminta prajurit TNI AD tidak ragu dalam menghadapi kelompok radikal. Bahkan dia ingin prajurit mengetahui lokasi-lokasi kelompok radikal tersebut berada.

"Oleh karena itu, jangan ragu, harus tahu tempat sampai koordinat di mana kelompok radikal berada. Hingga suatu ketika nanti saatnya yang tidak memungkinkan kalian tahu di mana," kata Dudung dalam apel gelaran pasukan jajaran TNI AD di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/1).

Dudung juga meminta prajurit TNI AD melakukan pembinaan ke masyarakat. Prajurit TNI, kata dia, harus memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa kelompok radikal berbahaya karena bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

(rak/fas)