Demo di DPR, Masyarakat Sunda Tuntut Arteria Dahlan Dipecat

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 15:47 WIB
Jakarta -

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda menggelar demo di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Massa menuntut Arteria Dahlan, yang merupakan anggota DPR Komisi III, untuk dipecat.

"Hanya satu kata tuntutan kami tidak ada minta maaf, kami semua memaafkan. Tapi, satu tuntutan kami pecat Arteria Dahlan," kata Perwakilan Masyarakat Sunda, Asep Maung dalam orasinya, Rabu (26/1/2022).

Dalam aksi itu, massa juga membentangkan sebuah spanduk berisi gambar wajah Arteria Dahlan dan bertulisan 'Aksi Damai Urang Sunda Ngahiji Menuntut Arteria Dahlan Dipecat dari Anggota DPR RI'.

Asep mengatakan pernyataan Arteria Dahlan telah menyinggung masyarakat Sunda. Oleh karena itu, massa meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memproses Arteria Dahlan dan memecatnya sebagai anggota Komisi III DPR RI.

"Pecat Arteria Dahlan! Dengarkan wakil kami yang ada di sana, pejabat yang di sana kalian semua adalah wakil saya. Kalian adalah wakil dari Indonesia. Saya ada NKRI, saya menghargai dan mencintai leluhur kami. Saya sangat memohon bapak wakil rakyat Mahkamah Kehormatan Dewan satu kata tuntutan kami, NKRI harga mati, Sunda harga diri," tuturnya melalui pengeras suara.

Asep mengatakan dia dan semua warga Sunda merasa telah dilecehkan oleh Arteria Dahlan. Dia menyebut, meski Arteria telah meminta maaf, pihaknya tetap menuntut Arteria untuk dipecat.

Seperti diketahui, polemik ucapan Arteria Dahlan ini bermula ketika rapat dia meminta kajati diganti karena berbahasa Sunda. Hal itu disampaikan Arteria Dahlan saat dalam forum rapat Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1) lalu.

Arteria diketahui sudah meminta maaf atas pernyataannya yang memunculkan kontroversi. Meski begitu, dorongan sanksi berat hingga pemecatan mencuat.

"Intinya, saya mohon maaf dan kemudian pernyataan atau pertanyaan yang mungkin membuat gaduh ini murni dari saya pribadi selaku anggota DPR dalam menjalankan tugas pengawasan. Tidak ada kaitan dengan fraksi atau partai kami, dan pastinya tidak ada maksud untuk rasis atau merendahkan bahasa atau suku Sunda," papar Arteria dalam jumpa pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1).

Demo tersebut diikuti tidak lebih dari seratusan orang. Demo berlangsung kondusif dan arus lalu lintas normal.

(mea/hri)