Muhadjir soal Kerangkeng: Saya Tak Yakin Bupati Punya Tabiat Seburuk Itu

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 14:28 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Persoalan adanya kerangkeng manusia di Rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Perangin Angin masih terus bergulir. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku tidak yakin Terbit mempunyai niat jahat di balik pembuatan kerangkeng tersebut.

"Saya tidak yakin, sebagai seorang bupati, yang bersangkutan punya tabiat seburuk itu. Apalagi informasi awal menunjukkan bahwa di tempat itu juga berfungsi sebagai tempat untuk menangani dan memulihkan para pecandu narkoba," kata Muhadjir kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Muhadjir menuturkan foto dan video yang beredar terkait penampakan kerangkeng tersebut memang tidak manusiawi. Namun, menurutnya, foto dan video yang beredar itu tidak serta merta bisa dijadikan dasar telah terjadi praktik perbudakan.

"Kalau dilihat penampilan fisik lokasi dan ruang penampungan yang beredar di media, memang terkesan tidak manusiawi. Tetapi hanya dengan hal itu tidaklah cukup dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa telah terjadi semacam praktik perbudakan," tuturnya.

Lebih lanjut Muhadjir meminta masyarakat tidak menyangkutpautkan kasus korupsi yang menjerat Terbit Perangin Angin dengan kerangkeng manusia. Dia menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan terhadap temuan kerangkeng tersebut.

"Sebaiknya publik memisahkan antara temuan tersebut dengan kasus korupsi yang dilakukan. Selanjutnya biar pihak yang berwajib melakukan penyelidikan setuntas-tuntasnya," imbuhnya.

Dalam wawancara langsung yang diunggah di kanal resmi Pemkab Langkat pada 27 Maret 2021, kerangkeng itu disebut oleh Terbit dibuat untuk tempat pembinaan pecandu narkoba. Wawancara itu dilakukan sebelum Terbit terjerat kasus suap.

"Itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina bagi masyarakat yang penyalahgunaan narkoba. Itu namanya bukan rehabilitasi, hanya pembinaan namanya itu. Tempat pembinaan yang kita lakukan," ujar Terbit dalam video seperti dilihat Rabu (26/1/2022).

Ia menjelaskan kerangkeng manusia itu sudah dibangun 10 tahun lalu. Kerangkeng itu dibuat atas inisiatif keluarga.

"Kita sediakan tempat mereka itu ada tiga gedung, tiga gedung untuk pembinaan mereka," jelasnya.

Terbit menyebut melakukan pembinaan warga secara gratis. Warga yang masuk, menurutnya, ada yang diantar langsung pihak keluarga atau diminta untuk dijemput oleh keluarga pecandu narkoba.


Pengakuan Para Penghuni

Fredi Jonathan sempat menghuni kerangkeng Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Fredi mengaku makin gemuk selama berada di lokasi itu.

"Kalau menurut aku, nyaman aku di situ, Bang, karena makin sehat aku, Bang, kuakui. Sehat, gemuk. Itu yang kualami," kata Fredi setelah dibawa dari kerangkeng ke kantor Camat Kuala, Langkat, Selasa (25/1).

Fredi mengatakan hidup lebih teratur selama di dalam kerangkeng. Dia mengaku hanya bertugas bersih-bersih saat berada di dalam kerangkeng.

"Karena dulu pertama masuk aku kan kurus, nggak teraturlah aku bilang, Bang. Semenjak aku di dalam itu kan, kita di situ dididik teratur, olahraga tiap pagi, aktivitas pun kita setiap pagi bersih-bersih kan di pinggir kolam itu saya nyapu-nyapu," ujarnya.

"Itu dari awalnya semua ini hanya supaya di Kabupaten Langkat, walaupun kami hanya kecil, tidak begitu besar pengaruhnya di Kabupaten Langkat ini, kami sungguh perhatian terhadap penyalahgunaan narkoba karena kami melihat sebelum kami lakukan banyak korban narkoba," paparnya.

Fredi mengaku dibatasi untuk ketemu keluarga. Fredi mengatakan, untuk bertemu keluarga, harus disetujui pihak yang disebut pembina lokasi itu. Selain dibatasi ketemu keluarga, Fredi mengatakan tidak diizinkan memiliki alat komunikasi.

Baca 7 dari 9 penghuni kerangkeng positif narkoba di halaman selanjutnya

Simak Video 'Motif Bupati Langkat Bangun 'Kerangkeng Manusia' di Rumahnya':

[Gambas:Video 20detik]