Kasus Penganiayaan Kucing di Bogor Mandek 2 Bulan, Ini Penjelasan Polisi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 12:09 WIB
Ilustrasi kucing domestik, Yogyakarta.
Ilustrasi kucing (Foto: Larastining Retno Wulandari/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus viral unggahan di media sosial terkait seekor kucing diduga dianiaya dengan cara disiram air panas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi pun menjelaskan mengapa kasus ini belum menemui titik terang sejak awal pelaporan kejadian dua bulan lalu.

Pemilik kucing berinsial DB (31) melaporkan kejadian dugaan penganiayaan itu pada 26 November 2021. Dia melaporkan terduga pelaku berinisial RS, yang merupakan tetangganya. Laporan itu tertuang dalam surat LP/B/153/XI/2021/JBR/RES BGR/SEK CJR.

DB menjelaskan awal mula peristiwa dugaan penganiayaan RS kepada kucing miliknya yang terjadi pada Kamis, 25 November 2021, sekitar pukul 17.20 WIB. Saat itu, DB tengah duduk di dalam rumah, tiba-tiba kucing peliharaannya berlari dari arah belakang rumah terlapor dan melihat kucingnya basah kuyup dan terluka bakar di bagian punggung.

Lalu, DB mencoba mencari tahu siapa orang yang membuat kucingnya yang bernama Robin itu terluka. Pada Jumat, 26 November 2021, menurut DB, tetangganya inisial RS datang ke rumahnya dan mengaku telah menganiaya kucing tersebut. Kemudian DB melaporkan RS ke polisi pada malam harinya.

Setelah dua bulan lamanya, kasus ini belum juga menemui titik terang. Kasus penganiayaan terhadap kucing bernama Robin ini pun diunggah di media sosial dan viral.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial disebut bahwa terduga pelaku diduga melakukan upaya intimidasi hingga membuat resah pemilik kucing.

Lalu bagaimana tanggapan polisi?

Polisi buka suara terkait penyelidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap kucing tak kunjung selesai setelah 2 bulan sejak awal pelaporan. Polisi pun membeberkan alasannya.

Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo mengatakan pihaknya memang tengah menangani kasus tersebut. Penanganan kasus itu masih di tahap penyelidikan.

"Kasusnya masih tahap penyelidikan, belum dinaikkan ke penyidikan," kata Sumijo kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: