Viral Kucing Dianiaya di Cijeruk Bogor, Polisi Selidiki

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 10:26 WIB
tabby kitten sniffling at african violet flower
Ilustrasi Kucing (iStock)
Jakarta -

Viral unggahan di media sosial seekor kucing diduga dianiaya dengan cara disiram air panas di Cijeruk, Bogor. Dalam unggahan tersebut, tampak foto dan video kucing mengalami luka berupa kulit melepuh pada bagian tubuhnya.

"Pelapor itu kan sah-sah saja menyampaikan apa yang dirasakan dan apa yang dilakukan terhadap hewan peliharaannya. Itu kami terima laporannya. Hewan peliharaannya disiram menggunakan air panas, melepuh lah gitu ya. Kita terima laporannya, terus hasil dari penyelidikan jadi kucing itu ada di para (atap rumah)," kata Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo saat dihubungi, Rabu (25/1/2022).

Polisi mengaku kesulitan membuktikan apakah terlapor yang berinisial RS sengaja menyiram air panas pada kucing tersebut. Sebab, tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

"Kemudian yang diduga sebagai pelaku ini sulit untuk membuktikan ada niat untuk menganiaya hewan itu. Yang sulit untuk membuktikannya, tidak ada saksi yang melihat. Dia itu spontan katanya, ketika melihat ada hewan di para. Disangkanya tikus entah hewan apa disiram gitu," ucap Sumijo.

Kasus tersebut tertuang dalam surat LP/B/153/XI/2021/JBR/RES BGR/SEK CJR. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Jadi itulah yang menjadi kesulitan penyidik untuk naikkan penyidikan. Itu masih dalam penyelidikan. Kalau dari pihak yang diduga sebagai pelaku sudah diminta keterangan, sifatnya masih berita acara wawancara. Belum dinaikkan tersangka, jadi masih wawancara," jelas dia.

Hasil penyelidikan sementara, terlapor saat kejadian sedang memasak air panas untuk menyeduh kopi. Kemudian terlapor melihat ada hewan di atas atap rumahnya. Terlapor spontan menyiram hewan tersebut menggunakan air panas.

"Kalau dia belum mengarah kepada unsur kesengajaan bahwa akan menyakiti hewan tersebut. Karena melihat hewan ada di atas para, itu lagi mau bikin kopi pakai panci masak air itu diseborkan (disiram). Entah hewan apa itu belum menemukan alat bukti yang namanya section law atau mengetahui kejadiannya," jelas Sumijo.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.