Ariza Bicara Efek Ekor Jas Prabowo-Sandi Tak Banyak Dongkrak Gerindra

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 18:38 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut efek ekor jas atau coat-tail effect calon presiden belum tentu berdampak terhadap perolehan suara partai. Riza lantas mencontohkan koalisi Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 yang hanya mendongkrak 1,8% suara Gerindra dalam Pileg 2019.

Riza awalnya mengatakan perpecahan suara antara pemilih capres atau partai bisa saja terjadi. Bahkan, menurut dia, hal ini juga berdampak pada perolehan suara partai pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilples 2019.

"Bisa ambil contoh pada pemilu 2019, di mana partai-partai pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, dalam pileg ternyata tidak mendapat efek ekor jas yang signifikan alias stagnan. Sebut saja partai Golkar, PDIP hanya naik 2 persen, dan Hanura tidak lolos parlemen, hanya NasDem dan PKB yang mengalami kenaikan," kata Riza dalam FGD DPD Gerindra DKI Jakarta, Selasa (25/1/2022).

"Begitu juga koalisi Prabowo-Sandi, di mana Gerindra ketumnya adalah capres, namun nyatanya perolehan suara Gerindra tidak begitu banyak terdongkrak. Pada 2019 Gerindra meraup 13,9 persen suara, hanya naik 1,8 persen. Pemilu sebelumnya dapat 12,1 persen," sambung Riza.

Kendati demikian, Riza tak menampik jika efek ekor jas berhasil meningkatkan suara partai di pemilu. Hal ini dibuktikan oleh figur Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sukses membawa Partai Demokrat menjadi partai pemenang pemilu.

"Ketokohan Pak SBY diakui mempengaruhi tingkat perolehan Demokrat di dua pemilu tersebut. Publik memilih Demokrat lantaran partai tersebut identik dengan figur Pak SBY yang saat itu merupakan presiden dengan tingkat elektabilitas dan kepuasan publik yang tinggi," ujarnya.

Oleh karena itu, Riza memandang efek ekor jas tetap diperlukan untuk menyukseskan gelaran Pilkada DKI 2024 mendatang. Dia berharap calon kepala daerah yang diusung partainya dapat memberi dampak positif terhadap perolehan suara partai.

"Fenomena efek ekor jas sangat penting dalam siklus pemilu serentak di Indonesia pada Pemilu 2024 mendatang, sedangkan di tingkat lokal seperti DKI Jakarta, efek ekor jas juga akan menjadi yang perlu diperhatikan dalam Pilkada 2024 nanti, di mana calon kepala daerah yang dicalonkan partai Gerindra diharapkan mampu memberikan hubungan positif dengan perolehan suara partai," jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

(taa/mae)