KPK Cecar Ketua DPRD Kota Bekasi soal Dugaan Aliran Uang Proyek ke Pepen

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 16:59 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro sebagai saksi kasus dugaan suap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE). KPK mengkonfirmasi Chairoman soal pengajuan anggaran untuk proyek di Kota Bekasi serta aliran uang proyek tersebut.

"Chairoman J. Putro (Ketua DPRD Kota Bekasi), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengajuan anggaran untuk berbagai proyek di Pemkot Bekasi dan dugaan adanya aliran sejumlah uang atas pelaksanaan proyek tersebut untuk berbagai pihak termasuk yang mengalir bagi tersangka RE," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Selain itu, KPK meminta konfirmasi kepada saksi Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi, soal pengumpulan sejumlah uang dari ASN. KPK menduga uang itu nantinya akan diberikan kepada pria yang akrab disapa Pepen itu

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pengumpulan sejumlah uang dari para ASN Pemkot Bekasi yang diperuntukkan bagi tersangka RE," katanya.

Selanjutnya, KPK juga memeriksa pensiunan ASN, Widodo Indrijantoro, dalam kesempatan ini. Saksi ini dimintai konfirmasi soal aliran dana yang diterima Pepen.

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan aliran sejumlah dana yang diterima oleh tersangka RE," ujarnya.

Sementara itu, saksi penilai pada KJPP Rachmat MP dan Rekan, Boanerges Silvanus Dearari Damanik, tidak memenuhi pemanggilan. Pemanggilan akan dijadwalkan ulang.

Para saksi diperiksa hari ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya ditangkap KPK. Dari operasi tangkap tangan kasus dugaan korupsi ini, KPK juga menyita uang total Rp 5,7 miliar.

"Perlu diketahui, jumlah uang bukti kurang-lebih Rp 5,7 miliar dan sudah kita sita Rp 3 miliar berupa uang tunai dan Rp 2 miliar dalam buku tabungan," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1).