Booster Vaksin Sinovac Bisa Pakai AstraZeneca-Pfizer, Ini Kombinasinya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 14:59 WIB
senior woman show red heart shape with syringe icon,  after vaccinated or inoculation  booster dose  due to spread of corona virus, population, social or herd immunity concept
Booster Vaksin Sinovac Bisa Pakai AstraZeneca-Pfizer, Ini Aturan Kombinasinya - ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ratana21)
Jakarta -

Booster vaksin Sinovac bisa menggunakan vaksin dengan jenis heterolog (vaksin berbeda dengan vaksin primer) ataupun homolog (vaksin sejenis dengan vaksin primer). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan untuk sejumlah kombinasi vaksin.

Dilansir laman resmi Sehat Negeriku Kemenkes, vaksinasi booster diberikan dengan pertimbangan ketersediaan vaksin yang ada tahun ini. Pemberian kombinasi vaksin juga mempertimbangkan hasil riset para peneliti di dalam dan luar negeri serta sudah dikonfirmasi BPOM dan ITAGI atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization.

Lalu booster vaksin Sinovac bisa pakai apa saja? Bagaimana dengan jenis vaksin lainnya? detikcom merangkum ulasannya berikut ini.

Booster Vaksin Sinovac Bisa Pakai AstraZeneca-Pfizer

Melansir dari situs resmi BPOM, ada dua kombinasi booster vaksin Sinovac yang telah disetujui untuk digunakan. Berikut di antaranya:

Untuk vaksin primer (dosis pertama dan kedua) Sinovac yaitu:

  1. Vaksin booster setengah dosis vaksin Pfizer (0,15 ml), atau
  2. Vaksin booster setengah dosis vaksin AstraZeneca (0.25 ml)

Booster Vaksin AstraZeneca

Selain booster vaksin Sinovac, BPOM juga menyetujui booster untuk vaksin primer AstraZeneca. Berikut ketentuannya:

  1. Vaksin booster setengah dosis vaksin Pfizer (0,15 ml), atau
  2. Vaksin booster setengah dosis vaksin Moderna (0.25 ml)

Dari hasil penelitian yang dilakukan di dalam dan luar negeri, vaksin booster kebanyakan diberikan dengan jumlah setengah dosis namun tetap dapat meningkatkan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari dosis penuh booster hingga memberikan dampak KIPI yang lebih ringan. Peneliti juga tak menemukan perbedaan dalam pembentukan antibodi antara pemberian setengah dosis vaksin ataupun maupun dosis penuh.

Siapa Saja yang Bisa Disuntik Booster Vaksin Sinovac dan Lainnya

Ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi boster, yaitu:

  1. Telah berusia 18 tahun ke atas
  2. Telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal 6 bulan
  3. Kelompok prioritas vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita immunokompromais.

Khusus ibu hamil juga dapat menerima vaksin booster jenis Pfizer atau Moderna. Pemberian vaksin ini merujuk pada SE Kementerian Kesehatan No HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Dengan mempertimbangkan semakin tingginya jumlah ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 dan tingginya risiko bagi ibu hamil apabila terinfeksi COVID-19 menjadi berat dan berdampak pada kehamilan dan bayinya, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil," demikian keterangan dalam SE tersebut, seperti yang dilihat detikcom, Senin (24/1/2022).

Kini booster vaksin Sinovac dan AstraZeneca kini telah diketahui kombinasinya. Lalu kenapa perlu divaksin booster? Bagaimana cara mengecek tiket vaksin? Simak di halaman selanjutnya.