KIPI Vaksin Booster Apa Saja? Ini Penjelasan Satgas Covid

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 16:19 WIB
KIPI vaksin booster apa saja? Pemerintah mengungkap uji klinis yang menyebut tidak ada indikasi efek samping dengan gejala yang berat pada vaksin booster.
KIPI Vaksin Booster Apa Saja? Ini Penjelasan Satgas Covid (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Jakarta -

KIPI vaksin booster apa saja? Pemerintah mengungkap uji klinis yang menyebut tidak ada indikasi efek samping dengan gejala yang berat pada vaksin booster.

Diketahui pemerintah telah memulai program vaksin ketiga atau vaksin booster sejak 12 Januari 2022 lalu. Dan sejauh ini pemerintah mengatakan, pada vaksin booster tidak ditemukan adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) bergejala berat terhadap uji klinis.

"Sejauh ini telah dilakukan uji klinis pemberian booster vaksin dan ditemukan tidak ada indikasi KIPI berat pada subjek penelitian," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Selasa (4/1/2022) yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lalu ada apa saja KIPI yang mungkin dapat terjadi setelah divaksin booster? Berikut simak penjelasannya.

KIPI Vaksin Booster, Ini Gejalanya

Melansir laman Instagram @dkijakarta, menurut hasil penelitian, vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh. Selain itu, vaksin booster disebut memberikan dampak KIPI yang lebih ringan. Namun apa saja yang termasuk KIPI dengan gejala ringan dan sementara, berikut di antaranya seperti:

  • Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
  • Sakit kepala/ nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual/ muntah
  • Rasa lelah
  • Demam (ditandai dengan suhu lebih dari 37,8 derajat celcius)
  • Mengalami gejala mirip flu dan menggigil selama 1-2 hari

KIPI Vaksin Booster, Ini Syarat Penerima Vaksin

Setelah mengetahui apa saja bentuk KIPI yang mungkin dapat terjadi setelah vaksinasi booster, ketahui pula mengenai syarat untuk mendapatkan vaksin booster, antara lain yaitu:

  • Telah berusia 18 tahun ke atas
  • Prioritas untuk lansia dan kelompok rentan/ immunocompromised
  • Telah menerima dosis vaksin pertama dan kedua, minimal 6 bulan
  • Memiliki tiket vaksin booster/ tiket ketiga di aplikasi PeduliLindungi

Ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna. Hal ini sesuai SE Kementerian Kesehatan No HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Setelah mengetahui KIPI vaksin booster, simak pula halaman selanjutnya untuk mengenal kombinasi vaksin booster