COVID di Bekasi Melonjak, Pemkot Ungkap Ada Kelangkaan Vaksin

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 13:10 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Bekasi -

Kasus COVID-19 di Kota Bekasi, Jawa Barat, meningkat. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan vaksin tapi menyebut masih adanya kelangkaan vaksin di Kota Bekasi.

"Kemudian untuk upaya yang kita lakukan yang paling penting sekarang bagaimana mempersiapkan jumlah vaksin yang cukup, karena selama ini memang masih ada kelangkaan terkait dengan vaksin, terutama yang Pfizer, AstraZenca, dan Moderna," ujar Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, terdapat penambahan 90 kasus aktif COVID-19 pada Selasa (24/1). Saat ini, total kasus aktif berjumlah 790.

Terkait total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Bekasi sejak 7 Maret 2020 hingga 22 Januari 2020 mencapai 87.129 jiwa, dengan total sembuh mencapai 85.201 jiwa (97,79%). Sedangkan total meninggal berjumlah 1.138 jiwa dan kasus aktif sampai saat ini mencapai 790 jiwa (0,91%).

Tri mengatakan saat ini warga Kota Bekasi yang terkonfirmasi positif COVID-19 mayoritas melakukan isolasi mandiri. Tingkat keterisian rumah sakit di Kota Bekasi sebesar 10 persen.

"Kenaikan cukup meningkat terkonfirmasi itu COVID di Kota Bekasi kurang-lebih mendekati angka 800. Banyak yang dilakukan isolasi mandiri dan selama ini tingkat keterisian rumah sakit baru 10 persen," jelas Tri.

Lebih lanjut Tri belum bisa memastikan varian COVID-19 yang ada di Kota Bekasi. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium yang ada di Jakarta.

"Sementara belum ada variannya karena kami juga masih menunggu hasil dari lab yang dilakukan oleh Jakarta," ucap Tri.

"Jadi mudah-mudahan, labnya itu segera keluar supaya kita tahu apakah ini Omicron atau tidak, tapi terus kita lakukan pada saat memang warga masyarakat ada yang terinfeksi, terkonfirmasi COVID-19 yang kita lakukan adalah 3T-nya, meliputi 20-50 orang yang berhubungan dengan pasien," tambahnya.

(idn/idn)