Cerita Saksi Kaitkan Munarman dengan Adik Jadi Bomber di Filipina

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 12:52 WIB
Munarman selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman tampak meninggalkan Polda Metro Jaya.
Munarman (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kehadiran Munarman sewaktu baiat terhadap ISIS di pondok pesantren milik Ustaz Basri di Makassar pada 2015 dikaitkan dengan tindakan pelaku bom bunuh diri di Filipina. Apa hubungannya?

Perihal itu disampaikan seorang saksi yang diinisialkan AM dalam sidang lanjutan perkara dugaan terorisme dengan terdakwa Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Senin, 24 Januari 2022. Menurut AM, Munarman menghadiri 2 kegiatan di Makassar pada 24 dan 25 Januari 2015 yang disebutnya bertemakan jihad dan baiat ISIS.

"Dengan hadirnya beliau (Munarman) di dua acara tersebut itu membuat kami lebih mempunyai keyakinan kan akhirnya apa yang terjadi kami lanjutkan, Yang Mulia. Kami lanjutkan, Yang Mulia, acara kegiatan tersebut di mana kajian tersebut setelah itu ya kan kita angkatlah semua masalah, semua tentang jihad, Yang Mulia," ucap AM.

Dalam surat dakwaan, Munarman diduga melakukan tindak pidana merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme di sejumlah tempat, yaitu di Sekretariat FPI Kota Makassar, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang Makassar, dan Aula Pusbinsa Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jaksa turut mengatakan bila Munarman telah berbaiat terhadap ISIS dalam kegiatan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kembali pada kesaksian AM. Dia meyakini hadirnya Munarman dalam kegiatan di Makassar itu mendorong sejumlah orang melakukan apa yang diyakininya sebagai jihad.

"Jadi kalau mau dikatakan, dengan kehadirannya beliau di pondok tempat tersebut itu membuat kami yakin bahwa memang dari kami, FPI ini mendukung. Itu yang membuat sampai teman-teman, maaf Yang Mulia, sampai teman-teman banyak yang melangkah lebih jauh, banyak yang melangkah lebih jauh karena ini menganggap sudah syar'i yang benar," kata AM.

"Kalau Ustaz mau tahu Ustaz, kalau saya alhamdulillah masih tangkap, nah kalau yang lain-lain, adik saya sudah melakukan bom bunuh diri," imbuhnya.

Saksi AM mengatakan adik dan adik iparnya turut mengikuti acara yang dihadiri Munarman pada 2015 itu. Awalnya AM mengatakan kedua adiknya itu pergi ke Suriah selepas mengikuti kegiatan bersama Munarman. Namun kepergian keduanya ke Suriah gagal hingga akhirnya dideportasi hingga akhirnya terdorong melakukan bom bunuh diri di Filipina.

"Adik Saudara Saksi yang meninggal di Filipina siapa namanya?" tanya kuasa hukum Munarman.

"Ulfah Handayani, Rullie," kata saksi AM.

"Apakah mereka ikut acara 24-25?" tanya kuasa hukum Munarman lagi.

"Ikut acara 24-25," jawab saksi.

Simak Video: Panas Debat Munarman dan Saksi, Bahas ISIS-Daulah Islamiyah di Sidang!

[Gambas:Video 20detik]