Nyanyian Saksi soal Baiat ISIS dari Ceramah HRS Ditepis Kubu Munarman

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 22:06 WIB
Munarman ditangkap Densus 88 (Dok. Istimewa)
Munarman ditangkap Densus 88 (Dok. Istimewa)
Jakarta -

AM, saksi di sidang kasus tindak pidana terorisme Munarman, menyebut ide acara pembaiatan kepada kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Markas Front Pembela Islam (FPI) muncul dari instruksi ceramah Habib Rizieq Syihab (HRS). Pengacara Munarman, Aziz Yanuar membantah pernyataan saksi.

Hal itu disampaikan saksi AM di persidangan yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jalan Sumarno, Jakarta Timur, Senin (24/1/2022). AM dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Hakim semula menanyakan kepada saksi mengenai isi acara pada 24 Januari 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut. Saksi menyebut acara itu isinya ceramah-ceramah dengan pemateri di antaranya Ustaz Basri dan Eks Sekretaris Umum FPI, Munarman.

"Acaranya Yang Mulia, yang pertama, ceramah Yang Mulia. Tiga pemateri, sebenarnya pematerinya dua Yang Mulia pemateri. Cuman berjalannya waktu, hadir pemateri ketiga yang kita tidak dalam agenda Yang mulia. Dalam agenda itu Ustaz Munarman dengan Ustaz Basri almarhum," jawab saksi.

Hakim lalu bertanya soal pembaiatan ISIS dalam acara. Saksi mengamini hal itu.

"Siapa yang baiat waktu itu?" kata hakim.

"Yang mimpin baiat Ustaz Basri almarhum Yang Mulia," jawab hakim.

Hakim lalu bertanya soal peran Munarman dalam proses baiat. Saksi menyebut tidak melihat. "Kalau melihat langsung tidak, karena yang ada di situ kita baiat massal Yang Mulia," jawab saksi.

JPU mencecar AM perihal latar belakang acara baiat ISIS tersebut. Saksi menyebut ide itu datang dari instruksi ceramah HRS terkait ISIS.

"Jadi begini Yang Mulia, karena asbabnya, sebelumnya, kami adakan seminar tersebut miladnya FPI yang ke 17 Agustus 2014 kami hadir. Di situ di isi ceramah oleh imam besar kami, Habib Rizieq tentang waktu itu tentang, tentang, ISIS Yang Mulia. Tentang ISIS," ungkap AM.

"Jadi beliau sampaikan bahwa ISIS lahir karena kezaliman pemerintah. Jadi intinya kalau memang pemerintah solid FPI, kita hitamkan, kita hitamkan," lanjut AM.

"Jadi kami dari laskar Makassar, karena beliau sebagai imam besar kami, kami mengikuti dari instruksi beliau dari ceramah tersebut Yang Mulia," imbuhnya.

Saksi membenarkan acara di Markas FPI Makassar itu berdasarkan keputusan hasil harlah FPI. Hal itu, kata saksi, sesuai petunjuk Imam Besar Habib Rizieq.

"Saksi menyebutkan bahwa ide atau dasar yang dijadikan dasar FPI Makassar melakukan mengadakan seminar itu adalah dari hasil harlah FPI ya?" tanya jaksa.

"Iya Yang Mulia," jawab saksi.

"Sesuai dengan petunjuk ketua umum FPI?" tanya jaksa.

"Iya Yang Mulia," kata saksi.

"Siapa itu?" tanya jaksa.

"Imam besar Yang Mulia, imam besar beliau, Habib Rizieq Yang Mulia," kata saksi.

Selengkapnya di halaman berikutnya