BNPT Tindak 364 Terduga Teroris Selama 2021: 16 di Antaranya Terafiliasi FPI

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 12:43 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.
Kepala BNPT Boy Rafli Amar (dok. BNPT)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) rapat kerja bersama Komisi III DPR terkait evaluasi kinerja selama 2021. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyampaikan pihaknya bersama Densus 88 telah menindak sebanyak 364 terduga teroris dan 16 orang di antaranya mantan anggota Front Pembela Islam (FPI).

"Dalam hal ini telah bersama melakukan penindakan 364 orang, dengan perincian pemeriksaan dan penyidikan, yang lanjut ke penyidikan adalah 332 orang dilanjut oleh Densus, dilimpahkan ke penuntut umum sudah 3 orang, meninggal dunia 13 orang, dipulangkan 16 orang," kata Boy saat dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Boy mengatakan, dari jumlah penindakan tersebut, 178 di antaranya terafiliasi Jamaah Islamiyah (JI) dan 154 orang terafiliasi JAD. Selain itu, dia menyebut 16 orang lainnya terafiliasi MIT dan 16 orang lainnya terafiliasi Front Pembela Islam (FPI).

"Berdasarkan afiliasi teror, 178 orang di antaranya terafiliasi dari kelompok yang sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang, yaitu Jamaah Al-Islamiyah, 178 orang kepada JI, 154 orang kepada JAD, 16 orang terafiliasi MIT yang terpusat di Poso Sulteng, dan 16 lainnya juga terafiliasi dengan ormas yang telah dinyatakan dilarang oleh pemerintah, yaitu FPI," ucapnya.

Boy mengatakan sampai saat ini pihaknya bersama Densus 88 masih memburu sejumlah orang yang masuk ke kelompok terorisme yang sama. Kelompok terorisme tersebut, kata dia, merupakan jaringan terorisme internasional, yakni Al-Qaeda dan ISIS.

"Seperti Jamaah Islamiyah terafiliasi dengan Al-Qaeda, Jamaah Ansharut Daulah (JAT), Jamaah Ansharul Khilafah (JAK) terkait dengan pergerakan ISIS. Demikian juga MIT yang berada terpusat di Poso hari ini masih tersisa 3 yang masih dalam pengejaran para petugas kita," tuturnya.

(maa/zak)