WN Belanda yang Salahgunakan Izin Tinggal Lansia Dideportasi dari Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 10:25 WIB
WN Belanda di Bali dideportasi (Dok. Imigrasi Singaraja)
WN Belanda di Bali dideportasi. (Dok. Imigrasi Singaraja)
Bali -

Seorang warga negara (WN) Belanda berinisial DMDG (57) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Perempuan itu dideportasi lantaran memakai izin tinggal terbatas (ITAS) lanjut usia (lansia) untuk menjalankan usaha digital di Bali.

"DMDG adalah pemegang ITAS Lansia yang berlaku sampai dengan 23 Desember 2022, yang mana pemegang ITAS Lansia tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan ataupun menjalankan bisnis/usaha," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja Nanang Mustofa dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (25/1/2022).

Temuan tersebut bermula dari tim Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja yang melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, disebutkan ada orang asing yang tinggal di wilayah tersebut. Tim Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja kemudian mendatangi dan melakukan wawancara terhadap orang asing tersebut.

Tak sekadar mendatangi, tim Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja juga memeriksa izin tinggal WN Belanda tersebut. Dari sana, diketahui bahwa DMDG adalah pemegang ITAS lansia yang berlaku sampai 23 Desember 2022.

Tim Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan melalui berbagai media sosial. Akhirnya, ditemukan fakta bahwa WN Belanda itu diduga menjalankan sebuah usaha berbasis digital.

Adapun bisnis atau usaha digital yang dijalankan WN Belanda itu adalah menawarkan jasa pembuatan website dengan harga yang telah ditentukan. Ada beberapa website yang sudah dikerjakan DMDG dari tempat tinggalnya di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Setelah dilakukan penelaahan dan pemeriksaan, Imigrasi memutuskan untuk melakukan tindakan administrasi keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan terhadap wanita kelahiran 1964 tersebut. Sebab, pemegang ITAS lansia dilarang melakukan pekerjaan ataupun menjalankan bisnis atau usaha.

DMDG dideportasi berdasarkan pasal 75 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian karena tidak mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Deportasi dilakukan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

DMDG pun dideportasi pada Minggu (23/1) menggunakan maskapai Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR955 dengan tujuan akhir Schipool Airport Amsterdam, Belanda.

"Diharapkan dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dijadikan sebagai bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja," harap Nanang.

Lihat juga Video: Diduga Depresi, WN Inggris di Bali Aniaya Diri Sendiri Hingga Tewas!

[Gambas:Video 20detik]



(drg/drg)