Corona Melonjak, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Pastikan Faskes Tak Lumpuh

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 08:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membuka Festival Cap Go Meh di Mal Seasons City, Jakarta Barat, Minggu (24/2/2019). Tak hanya membuka acara, Puan terlihat menyaksikan atraksi-atraksi di lokasi.
Charles Honoris (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah melaporkan kenaikan kasus Corona dalam sepekan terakhir di Indonesia. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta pemerintah memastikan sistem pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) tidak lumpuh.

"Prioritas utama pemerintah saat ini menurut saya adalah memastikan agar sistem pelayanan kesehatan kita tidak menjadi lumpuh. Hal ini nyaris kita alami ketika Indonesia dihantam gelombang varian Delta di tahun lalu. Kondisi fasilitas kesehatan yang tidak memadai beresiko meningkatkan angka kematian," kata Charles kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Charles menilai meningkatnya angka penularan COVID-19 akibat varian Omicron di Indonesia bukan sesuatu yang mengagetkan karena sudah diprediksi sebelumnya. Bahkan, kata dia, jika berkaca pada pengalaman negara lain, penularan Omicron memang sulit dibendung.

Politikus PDIP itu menyarankan agar kebijakan pembatasan mobilitas disesuaikan dengan kondisi keterisian rumah sakit (BOR) setempat. Apabila BOR RS rujukan Corona mencapai titik tertentu, Charles mengatakan perlu adanya peningkatan level PPKM.

"Menghadapi varian Omicron, kebijakan terkait pembatasan mobilitas masyarakat harus diambil berdasarkan perkembangan angka keterisian rumah sakit (BOR) bukan sekadar angka penularan," ujarnya.

"Apabila BOR di suatu wilayah naik ke titik tertentu, maka pemerintah harus meningkatkan level PPKM dan memberlakukan pembatasan mobilitas untuk memperlambat laju penularan COVID-19. Namun apabila angka BOR masih ada pada tingkat yang bisa ditolerir, maka level PPKM tidak perlu ditingkatkan," sambungnya.

Lihat Video: Kabar Baik WHO soal Pandemi COVID-19

[Gambas:Video 20detik]