Covid Melonjak Lagi, Ini 5 Pernyataan Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 18:51 WIB
Covid melonjak lagi dalam sepekan terakhir. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Covid Melonjak Lagi, Ini 5 Pernyataan Pemerintah (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7)
Jakarta -

Covid melonjak lagi dalam sepekan terakhir. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.

Lantas, seperti apa tren Covid melonjak saat ini? Simak ulasan yang sudah detikcom rangkum berikut ini.

Covid Melonjak Lagi, Transmisi Lokal Masih Mendominasi

Covid melonjak lagi di pulau Jawa-Bali. Luhut mengungkapkan, Covid melonjak lagi bersumber dari kasus Corona di wilayah Jabodetabek.

"Dalam seminggu terakhir ini, kasus harian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik, kenaikan Jawa-Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (24/1/2022).

Dia menambahkan, Covid melonjak lagi juga didominasi oleh transmisi lokal kasus COVID-19. Namun, kasus COVID-19 dari pelaku perjalanan luar negeri ini trennya sudah menurun.

"Selain itu, kasus yang disebabkan pelaku perjalanan luar negeri sudah berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. Ini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya," ujar Luhut.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui lonjakan kasus di Jawa Bali disumbang dari tingginya kasus di wilayah aglomerasi Jabodetabek. Menurutnya, hal ini dikarenakan interaksi di wilayah Jabodetabek sangat tinggi.

"Ya memang sekali lagi Jakarta ini kan ibu kota, ibu kota Jabodetabek apalagi interaksi di Jabodetabek sangat tinggi dan warga Jabodetabek itu keluar Jabodetabek juga mungkin ke daerah-daerah lainnya di luar Jabodetabek. Jadi dimungkinkan penularan itu bisa saja melalui warga yang ada di Jabodetabek," kata Riza kepada di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1/2022).

Dengan kasus Covid melonjak lagi, Riza meminta warga Jakarta yang beraktivitas di Jabodetabek tetap waspada dan berhati-hati. Dia pun mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan (prokes) sekaligus mengurangi kerumunan.

Covid Melonjak Lagi, PTM Tetap Dilanjutkan

Meski kasus Covid melonjak lagi, namun hingga saat ini pemerintah belum berencana untuk mengevaluasi kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Luhut menyatakan, PTM bakal terus dilanjutkan.

"Kita tak ada rencana untuk menghentikan tatap muka, sekolah tatap muka," kata Luhut.

Dia menambahkan, kebijakan tersebut bakal berubah jika ada hal-hal besar yang terjadi saat pandemi COVID-19. Namun untuk saat ini, sambung Luhut, PTM bakal terus dilanjutkan kendati kasus Covid melonjak lagi.

"Pembelajaran sampai hari ini tetap dilaksanakan kalau ada hal-hal yang luar biasa akan diambil keputusan tersendiri," katanya.

Covid Melonjak Lagi, PPKM Darurat Masih Belum Diterapkan

Luhut mengungkapkan, meski saat ini Covid melonjak lagi, namun pemerintah belum berencana menerapkan PPKM darurat. Kebijakan ini sudah disusun berdasarkan level assesmen.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar kembali menaati prokes, serta melakukan vaksinasi bagi yang belum mendapat dosis vaksin. Hal ini dapat melindungi diri ditengah lonjakan kasus Covid.

"Perlu saya tegaskan kembali bahwa pemerintah pastikan sistem kesehatan hari ini sudah cukup siap dalam menghadapi omicron ini. Namun langkah langkah bijak bagi masyarakat yang menaati protokol kesehatan dan mengikuti anjran pemerintah untuk melakukan merupakan faktor utama dalam mencegah keparahan yang bisa terjadi," ungkap Luhut.

Covid Melonjak Lagi, Belum Ada Skema Lockdown

Kendati Covid melonjak lagi, saat ini pemerintah belum merencanakan skema lockdown. Hanya saja, Luhut meminta masyarakat agar patuh prokes demi mencegah penularan COVID-19.

"Pemerintah hari ini menegaskan akan terus menggunakan asesmen level sebagai basis pengetatan masyarakat. Sampai saat ini pemerintah belum berpikir untuk memberlakukan PPKM darurat, PPKM darurat lagi, atau memberlakukan lockdown," tuturnya.

"Pemerintah meminta kepada setiap kepala daerah, Forkopimda setempat agar taat pada peraturan asesmen level yang di keluarkan pemerintah dan mentaati setiap kewajiban yang dituangkan dan untuk mencegah setiap dampak buruk di kemudian hari," sambung luhut.

Di sisi lain, dia menilai sistem kesehatan di Indonesia cukup siap untuk menghadapi varian Omicron. Dengan demikian, dia meminta seluruh kepala jajaran memahami dan menaati aturan serta prokes agar Covid melonjak lagi dapat diatasi.

"Perlu saya tegaskan kembali bahwa pemerintah pastikan sistem kesehatan hari ini sudah cukup siap dalam menghadapi omicron ini. Namun langkah langkah bijak bagi masyarakat yang menaati protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan merupakan faktor utama dalam mencegah keparahan yang bisa terjadi," ujar Luhut.

Simak video 'Wanti-wanti Epidemiolog Terkait Kasus Covid-19 RI Ngegas Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



Pemprov DKI tunggu pemerintah terkait perpanjangan PPKM di tengah situasi Covid melonjak lagi. Simak halaman berikutnya.