Membaca Maksud Gubsu Sindir Warga Karo Akan Ngadu Jalan Rusak ke Amerika

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 07:30 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi (Foto: Diskominfo Sumut)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengaku ditegur Pemerintah Pusat karena warga Karo mengadukan jalan rusak ke Presiden Jokowi. Edy lalu menuding warga akan melapor ke Amerika. Apa maksud Edy menyampaikan hal itu kepada publik?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pernyataan Edy itu seperti fenomena lempar tanggung jawab. Dia kemudian menjabarkan mengenai otonomi daerah.

"Ini mirip fenomena lempar tanggung jawab. Padahal saat ini rezim otonomi daerah di mana segala sesuatu yang terjadi di daerah jadi urusan daerah, bukan pusat," kata Adi kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Edy menjelaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa dibangun Pemkab Karo dan Pemprov Sumut karena yang memakai adalah pihak perkebunan. Menurut Adi, semestinya Pemda memiliki cara sendiri agar perkebunan membangun jalan sendiri.

"Kalau jalan itu dipakai jalan perkebunan mestinya Pemda mewajibkan perusahaan perkebunan yang bangun jalan. Biar segala sesuatunya clear," katanya.

Menurut Adi, warga Karo mengadu ke Jokowi sebagai bentuk kritik terhadap pemda karena jalan tak kunjung dibangun. Adi menilai selama ini masalah direspons cepat jika dilaporkan ke Istana.

"Warga Karo bawa jeruk ke Istana tentu bentuk kritik karena jalannya belum dibangun sampai sekarang. Mungkin mereka mentok bingung mau ngadu ke siapa lagi. Pilihannya ke Jakarta karena banyak contoh yang ngadu ke Istana biasanya cepat dapat respons," jelas Adi.

Lebih lanjut, penyataan Gubsu Edy yang membawa-bawa Amerika adalah sindiran. Sindiran itu, kata Adi, ditujukan mengenai urusan jalan daerah seharusnya tak dibawa ke Istana.

"Bawa-bawa Amerika itu pernyataan sindiran. Kalau tak didengar Istana, warga Karo akan ngadu ke Amerika atau ke mana pun biar urusan jalan Karo jadi ramai. Mestinya pemerintah setempat responsif, apalagi soal jalan nggak terlampau panjang," katanya.

"Sepertinya itu nyindir urusan jalan daerah nggak usah ke Istana. Karena itu sama saja mempertontonkan pemda setempat abai soal jalan," lanjutnya.

Adi menilai pernyataan Gubsu Edy itu sebagai salah satu bentuk pembelaan diri. Dia menilai Pemda malu karena urusan jalan itu sampai ke Istana.

"Sepertinya terlihat ingin membela diri urusan jalan perkara mudah, bisa selesai di daerah, tak perlu ke Istana. Kan Pemda jadi malu," jelasnya.

Lihat juga Video: Tangis Choki Kala Viral Gegara Dijewer Gubsu Edy Rahmayadi

[Gambas:Video 20detik]