3 Kali Curi Barang Milik Kakeknya, Pria di Bali Dapat Restorative Justice

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 00:06 WIB
Pelaku pencurian di Bali diberikan pengampunan hukum oleh Kejagung. (Dok. Kejari Buleleng)
Foto: Pelaku pencurian di Bali diberikan pengampunan hukum oleh Kejagung. (Dok. Kejari Buleleng)
Denpasar -

Seorang pria pelaku pencurian di Bali bernama Putu Andika Wahyu Indra Perdana alias Andika mendapatkan restorative justice dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Padahal ia tiga kali melakukan pencurian terhadap barang milik kakeknya.

"Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana melakukan ekspose dan menyetujui permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara tindak pidana atas nama tersangka Putu Andika Wahyu Indra Perdana," kata Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Astawa menuturkan, sebelumnya Andika telah disangka melanggar Pasal 362 jo. Pasal 367 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP tentang Pencurian. Ia disangkakan pasal tersebut lantaran mencuri barang milik kakeknya, Nyoman Puspanda.

Andika merupakan cucu kandung dari korban Nyoman Puspanda. Hal itu sesuai dengan surat silsilah keturunan ahli waris dari Nyoman Puspanda dan Luh Santri yang dibuat pada 9 Desember 2021.

Awal Kasus

Pada Oktober lalu, Andika mengambil 1 buah kompresor milik Nyoman Puspanda yang disimpan di gudang rumah kakeknya. Andika mencuri barang tersebut dengan cara mengambil kunci gudang yang digantung di rumah Nyoman Puspanda.

Andika kemudian membuka gudang dengan kunci tersebut. Ia lalu mengambil 1 buah kompresor milik Nyoman Puspanda.

"Tersangka membuka gudang dengan kunci tersebut dan mengambil 1 buah kompresor milik korban Nyoman Puspanda," terang Astawa.

Masih pada bulan yang sama, Andika kembali mengambil 1 unit TV light emitting diodes (LED) merek Polytron 32 inchi. TV tersebut terpasang di kamar Nyoman Puspanda.

Tak berhenti sampai di sana, pada November 2021 Andika kembali mengambil 1 unit TV tabung merek Toshiba 29 inchi. TV tersebut berada di ruang tamu rumah korban Puspanda.

"Akibatnya korban Nyoman Puspanda mengalami kerugian sebesar Rp 9 juta. Motif tersangka mengambil tanpa izin barang milik korban Nyoman Puspanda adalah untuk dijual, dimana hasil dari penjualan barang-barang tersebut digunakan tersangka untuk keperluan pribadi," jelas Astawa.

Alasan Pengampunan

Astawa membeberkan alasan Kejagung menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang diberikan kepada Andika. Menurutnya, Andika baru pertama kali melakukan tindak pidana dan pasal yang disangkakan ancamannya tidak lebih dari 5 tahun.

Kemudian alasan berikutnya, Andika dan Nyoman Puspanda memiliki hubungan keluarga antara cucu dan kakek kandung. Mereka berdua juga telah ada kesepakatan perdamaian pada 29 Desember 2021 dan tanggal 18 Januari 2022, setelah perkara dilimpahkan ke Kejari Buleleng.

Barang bukti yang dicuri oleh Andika juga sudah diamankan Kejagung sehingga dapat dikembalikan kepada korban. Semua barang bukti dalam keadaan dapat dipulihkan kembali seperti semula.

"Apabila perkara ini dilanjutkan dikhawatirkan akan mengakibatkan hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban menjadi renggang," tutur Astawa.

Selanjutnya, Jaksa juga menilai restorative justice diberikan karena Andika melakukan perbuatan tersebut akibat salah pergaulan. Andika dinilai kurang mendapatkan kasih sayang orang tua.

"Ayah tersangka meninggal dunia sejak tersangka berumur 2 tahun dan ditinggal ibunya pulang ke rumah asalnya sejak kelas 1 SD sehingga tersangka hanya diasuh dan dirawat oleh kakeknya yang tidak bisa memberikan perhatian penuh selayaknya orang tua kandungnya," kata dia.

"Setelah proses restorative justice selesai tersangka akan tinggal bersama pamannya di Denpasar agar tersangka tidak kembali ke pergaulan yang sama sehingga tidak mengulangi lagi perbuatannya," sambung Astawa.

(isa/isa)